Komunitas Berkumpul dan Berdiskusi Demi Etika dan Atur Diri Sendiri

Sebuah hasil survei yang dilakukan ICT Watch menunjukkan data yang cukup mengejutkan. Bagaimana tidak, sebanyak 72 persen responden yang terlibat dalam survei ICT Watch mengatakan pengguna Internet Indonesia kurang beretika ketika menyampaikan pendapatnya secara online.

Medium yang penggunanya dianggap kurang beretika tersebut adalah Social Networking (52%) dan Chatroom (21%). Adapun medium yang penggunanya dianggap sudah beretika yakni Forum (35%) dan Wiki (28%).

“Saat ditanyakan tentang acuan etika online yang khas (dirumuskan) oleh orang Indonesia? Mayoritas dari responden, 69% berpendapat bahwa acuan tersebut perlu tetapi belum ada hingga saat ini,” kata ketua pengurus ICT Watch Donny B.U. melalui keterangannya, Jumat (9/9/2011).

Setidaknya, hasil survei yang diikuti 475 responden di minggu pertama September 2011 ini sekilas memberikan gambaran mengenai pengguna internet di Indonesia. Silakan download hasil survei selengkapnya.

Diskusi Komunitas

Bersamaan hasil survei tersebut, sejumlah perwakilan komunitas dari berbagai daerah dan latar belakang direncanakan akan berkumpul dan berdiskusi di Jakarta pada Jumat (16/9/2011). Para perwakilan komunitas tersebut akan merumuskan suatu draf deklarasi bersama yang dapat menjadi acuan etika online khas Indonesia.

Adapun konsep acara diskusi berupa focus group discussion. Yang input, proses dan outputnya dari, oleh dan untuk komunitas. Sejumlah komunitas sudah diundang secara resmi dan hingga artikel ini diturunkan, beberapa yang sudah menyatakan kesediaannya untuk hadir adalahperwakilan dari komunitas blogger Bertuah Palembang, Wongkito Pekanbaru, Sumut Medan, Beleter Pontianak, Arumbai Ambon, Ambon Bergerak, Flobamora Ende, AnggingMammiri Makassar, Bali Blogger Denpasar, Plat-M Madura, TPC Surabaya, Angkringan Jogja, Joglo Abang Jogja, Bengawan Solo, Loenpia Semarang, dotS Semarang, Ngalam Malang, CommonRoom Bandung, BlogVaganza Bandung, Blogor Bogor, dBlogger Depok, Blogger Bekasi, Obrolan Langsat dan Akademi Berbagi Jakarta.

Selain itu akan ada pula perwakilan dari JalinMerapi, Karya Tuna Netra, KasKus, Relawan-TIK, Komunitas Detik, Yayasan Air Putih, Yayasan Satu Dunia, Yayasan Wiki Indonesia, Komunitas Arus Pelangi, Internet Sehat, idBlogNetwork dan gerakan Jangan Bugil Depan Kamera (JBDK).

Mengatur Diri

Karena keterbatasan sumber daya, maka memang tidak semua perwakilan dari seluruh komunitas yang ada di Indonesia dapat diundang untuk hadir dalam diskusi nanti. Meski demikian, diskusi akan dapat disimak secara live di Internet melalui fasilitas video streaming yang beralamat di http://ictwatch.com/live. Sehingga siapapun dan darimanapun yang terkoneksi ke Internet bisa mengikuti dan berpartisipasi dalam diskusi tersebut nantinya.

Diharapkan dengan keberagaman peseta pada inisiatif diskusi di atas, draf deklarasi yang akan ditelurkan nanti tidak Jakarta-sentris ataupun Jawa-sentris. Pun peserta yang dilibatkan juga berupaya menjembatani suara rekan-rekan yang heterogen, semisal dari komunitas tuna netra, LGBT, aktifis muda dan penggiat pemberdayaan perempuan.

Adapun tujuan besar dari penyusunan draf deklarasi ini, selain agar masyarakat Indonesia  memiliki acuan etika online yang adaptable, adjustable dan doable untuk konteks (khas) Indonesia, juga untuk menunjukkan bahwa nettizen Indonesia mampu mengatur dirinya sendiri (self-regulated) dalam beraktifitas di ranah maya.

Acara diskusi yang akan diselenggarakan di Hotel Harris Tebet tersebut juga akan mendapatkan pengayaan materi dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), HIVOS, ICT Watch, praktisi hukum, praktisi media baru dan praktisi teknologi informasi. Selain itu, akan ada sesi khusus dari Google Asia Pacific yang akan berbagi tentang best practices kebebasan berekspresi online dan berpendapat di ranah maya pada sejumlah negara.

(Dikopi dari sumber aslinya yang berjudul “Etika Berinternet, Perlukah?” di media online DetikInet.com)

[Tim Internet Sehat]

Comments

  1. […] hasil copas dengan sumber detik.com, ternyata memang Internet Sehat akan mengadakan acara diskusi terkait etika berinternet. Awalnya hanya membaca sekilas berita itu dan lewat begitu saja. Eh tapi ternyata, berkat salah […]

  2. […] comment dari bang Anton  dan juga Om Nich yang saya kenal di Focus Group Discussion Etika Internet beberapa saat lalu : nich : waaa.. luar biasa, mulai berasa ya blogger dapat pengakuan sebagai […]

  3. […] comment dari bang Anton  dan juga Om Nich yang saya kenal di Focus Group Discussion Etika Internet beberapa saat lalu : nich : waaa.. luar biasa, mulai berasa ya blogger dapat pengakuan sebagai […]