Illegal Downloaders Lebih Suka Beli Film

news.com.au

Sebuah studi terbaru tentang para pembajak file atau illegal downloaders menunjukkan mereka  yang men-download film secara ilegal  suka pergi ke bioskop dan tidak keberatan membayar untuk menonton film.

Studi tersebut juga mengungkapkan fakta mereka yang men-download film secara ilegal lebih berada (kaya) dan kurang khawatir tertangkap dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang men-download musik secara ilegal. Studi ini merupakan studi yang pertama kali menguji perbedaan antara film bajakan dengan musik bajakan.

Dr. Joe Cox, salah satu ahli ekonomi dari University of Portsmouth yang terlibat dalam penelitian  tersebut mengatakan sangat menarik melihat fakta bahwa orang-orang yang men-download film secara ilegal dalam jumlah besar  mau membayar untuk mengonsumsi film legal dan jumlanya jauh lebih besar dibandingkan dengan mereka yang men-download musik ilegal.

Fakta lain dari studi tersebut adalah para pembajak film juga lebih mungkin untuk mengurangi pembajakan mereka jika mereka merasa merugikan industri dibandingkan dengan orang yang secara ilegal mengunduh musik.

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis hasil dari survei terhadap lebih dari 6.000 orang yang berusia tujuh sampai 84 tahun di Finlandia untuk menguji sikap orang-orang yang secara ilegal mengunduh film dan musik dari internet.

Dari studi ditemukan para pembajak film lebih mungkin hidup di kota-kota besar dan menjadi  pengadopsi awal teknologi baru. Alasannya karena pembajak film merupakan jenis yang berbeda, karena men-download dan berbagi file film  lebih  menuntut pemahaman terhadap teknologi. Men-download film  membutuhkan kecepatan internet yang lebih cepat, kemampuan penyimpanan digital yang lebih besar dan akses ke berbagai perangkat yang lebih luas untuk memainkan kembali film daripada membajak musik yang sekarang telah menjadi relatif sederhana, cepat dan murah.

Sumber: The Guardian

Sumber Gambar: news.com.au