Net Neutrality Berada Dalam Ancaman?

dailytech.com

Prinsip netralitas internet tampaknya beberapa waktu terakhir memperoleh ancaman. Beberapa waktu yang lalu, FCC (Ferderal Communication Comission) Amerika Serikat mengajukan proposal aturan baru yang menyatakan Internet Service Provider (ISP) atau penyedia layanan internet bisa memungut bayaran kepada perusahaan agar bisa memperoleh perlakuan istimewa.

Proposal aturan baru tersebut jelas-jelas bertentangan dengan konsep netralitas internet yang menyatakan bahwa:

that any network traffic—movies, web pages, MP3s, pictures—can move from one place (our servers) to any other place (readers’ phones) without “discrimination.

Artinya tidak ada perlakuan istimewa tertentu terhadap suatu perusahaan tertentu agar suatu konten bisa lebih banyak tampil atau didistribusikan di internet. Netralitas internet menjamin, apapun bentuk kontennya tidak ada perlakuan istimewa terhadap konten tersebut, semua konten diperlakukan sama tanpa diskriminasi.

Proposal FCC tersebut tentu saja menjadi berlawan arah dengan netralitas internet yang selama ini menjadi patokan setiap perusahaan. Bila nanti menjadi aturan baku, setiap perusahaan tertentu yang memiliki modal yang lebih besar akan bisa mengendalikan konten internet. Mereka bisa membayar penyedia layanan internet (ISP) tertentu agar hanya menampilkan konten mereka, sedangkan konten perusahaan lain tidak ditampilkan.

Netralitas internet selama ini sangat efektif membuat berbagai macam start up beradu kualitas dengan perusahaan besar dalam hal konten. Tidak dipungkiri karena netralitas internetlah start up tersebut bisa berkompetisi dengan perusahaan. Oleh karena netralitas internetlah, start up seperti Facebook dan Twitter bisa menjadi perusahaan besar.

Tentu saja usulan aturan baru FCC tersebut tidak sepi dari kritik. Tidak lama dari munculnya usulan aturan baru dari FCC tersebut, 100 perusahaan di Silicon Valley menulis keberatan mereka atas usulan FCC. Google, Microsoft, dan Amazon merupakan perusahaan-perusahaan besar yang ikut tanda tangan mempertanyakan usulan FCC. 100 perusahaan yang ikut menandatangani surat terbuka tersebut keberatan dengan aturan baru yang memungkinkan perusahaan bisa membayar ISP.

Instead of permitting individualized bargaining and discrimination, the Commission’s rules should protect users and Internet companies on both fixed and mobile platforms against blocking, discrim- ination, and paid prioritization, and should make the market for Internet services more transparent. The rules should provide certainty to all market participants and keep the costs of regulation low.

Perlu diketahui, di antara perusahaan besar yang ikut menandatangani surat terbuka untuk FCC tersebut, tidak terdapat nama Apple. Perusahaan yang didirikan Steve Jobs tersebut memang tidak tertera dalam surat keberatan mengenai usulan FCC terkait dengan netralitas internet karena berbagai alasan. Namun satu hal yang cukup menjadi perhatian adalah adanya rumor Apple akan bekerja sama dengan Comcast terkait dengan Apple TV. Rasanya cukup masuk akal jika Apple tidak ikut tanda tangan.

Sumber Gambar: dailytech.com