Polisi Tangkap Pelaku Pemerasan Online

bbc.co.ukBerbagai jenis kejahatan menjamur seiring dengan makin luasnya ketersediaan koneksi internet. Salah satu yang patut memperoleh perhatian adalah pemerasan dengan menggunakan webcam.

Baru-baru ini, kepolisian Filipina didukung oleh Interpol telah menangkap puluhan tersangka anggota sindikat pemerasan secara online yang menipu ratusan korban agar mau mengekspos diri mereka di depan webcam, termasuk seorang remaja Skotlandia yang memilih bunuh diri setelah diperas.

Kepolisian Filipina mengatakan setidaknya 58 tersangka ditangkap di Manila, ibukota Filipina dan kota-kota lainnya setelah penyidik dari Interpol, departemen keamanan dalam negeri AS dan lembaga kepolisian lainnya menelusuri chatting online dari beberapa komputer korban.

Cara kerja sindikat pemerasan online ini adalah diam-diam merekam korban setelah menipu mereka agar mau mengekspos tubuh mereka atau melakukan cybersex. Setelah itu sindikat ini  kemudian mengancam untuk mengirim rekaman video tersebut ke kerabat dan teman-teman korban kecuali korban mau membayar mulai dari 500 sampai 2.000 dollar AS.

Anggota sindikat pemerasan online ini akan membuat akun Facebook palsu dengan berlaku sebagai seorang perempuan muda fiktif dan memikat korban dengan materi pornografi setelah melakukan chatting online dengan korban.

Tampaknya cukup banyak korban pemerasan online ini. Di Hongkong. tahun lalu dikabarkan terdapat 470 orang korban pemerasan online. Tampaknya karena banyak pengguna yang melakukan cybersex menjadi lahan subur bagi pemeras untuk menjalankan aksinya. Selain itu, cukup banyak pengguna yang mudah ditipu agar mau mengekspos tubuh mereka melalui webcam tanpa sadar bahwa hal itu direkam dan kemudian dijadikan alat untuk melakukan pemerasan.

Sumber: The Guardian

Sumber Gambar: bbc.co.uk