Remaja Tidak Percaya dengan Tweet

blogs.kqed.org

Remaja dan mereka yang berusia 20-an atau  disebut millenial generation tidak begitu percaya terhadap apa yang mereka baca di Twitter. Hal ini diungkapkan oleh studi baru yang dilakukan oleh Michigan State University. 

Menurut peneliti, millenial generation memiliki ketidakpercayaan sehat terhadap apa yang mereka baca di Twitter. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang terlibat di penelitian yang diadakan waspada terhadap informasi yang mereka baca di Twitter dan ini sebuah pertanda baik.

Menurut Kimberly Fenn, seorang asisten profesor di Michigan State University, temuan dari penelitian menunjukkan orang-orang muda agak berhati-hati terhadap informasi yang berasal dari Twitter.

Fenn dan koleganya menunjukkan kepada 74 mahasiswa serangkaian gambar pada komputer yang menggambarkan sebuah kisah tentang seorang pria merampok mobil yang sebenarnya merupakan cerita palsu. Informasi palsu tersebut kemudian dipresentasikan pada feed teks bergulir yang memiliki kemiripan tinggi terhadap Twitter.

Para peneliti menguji apakah mahasiswa mengintegrasikan informasi palsu dari cerita yang diberikan ke dalam pikiran mereka. Hasil menunjukkan bahwa ketika para peserta membaca feed  yang mirip Twitter tersebut, kecil kemungkinannya untuk membentuk kenangan palsu terhadap cerita yang diberikan. Malah para mahasiswa yang ikut dalam studi tersebut curiga terhadap feed tersebut lebih dari curiga kepada feed tradisional lainnya.

Ini artinya para peserta tidak menelan mentah-mentah apa yang mereka baca di Twitter. Mereka cenderung waspada terhadap suatu berita atas suatu peristiwa yang mereka baca di Twitter. Hal ini sesuatu yang baik karena dengan kewaspadaan tersebut mereka bisa memilah-milah mana informasi yang benar dan mana informasi yang salah.

Sumber: dailymail.co.uk

Sumber Gambar: blogs.kqed.org