Internet Banking Indonesia Dibayangi Serangan Cyber

 

Mobile Banking On Smart Phone

Makin banyaknya pengguna internet banking di Indonesia menjadi salah satu alasan makin banyaknya kejahatan yang menyasar pengguna internet banking. Dikutip dari detik.com, pengguna internet banking di Indonesia pada akhir tahun 2013 yang lalu sebanyak 23 juta pengguna. Jumlah ini tentu masih sangat kecil bila dibandingkan dengan pengguna ponsel yang mencapai 297 juta orang.

Namun makin banyaknya pengguna internet banking ini dibayangi oleh serangan kejahatan teknologi informasi atau cyber crime. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Working Group IT Perbanas Moh. Guntur.

Ia menjelaskan perbankan nasional saat ini mulai mengembangkan layanan menggunakan digital. Misalnya saja PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang masing-masing transaksi nasabahnya mayoritas sudah melalui elektronik banking.

Di BCA, 8% transaksinya melaui cabang, sisanya e-channel yang dimiliki, sedangkan Bank Mandiri penggunaan transaksi 6,8% cabang sisanya digital banking.

Tentunya dengan perkembangan pesat di internet banking perlu diimbangi oleh kewaspadaan adanya potensi kejahatan teknologi dan informasi atau cyber crime.

Menurut Moh. Guntur, transaksi yang dilakukan, baik melalui sms, internet dan sebagainya harus diimbangi dengan keamanan dan pelayanan channel. Potensi cyber crime terus mengancam karena transaksi e-banking terus meningkat. Kerahasiaan dan keamanan data tanggungjawab semua pihak tidak hanya bank.

Tentu saja apa yang diungkapkan di atas adalah suatu peringatan agar semua pihak turut memikirkan potensi kejahatan cyber yang mungkin menimpa pengguna internet banking. Bank dan nasabah harus proaktif untuk mencegah terjadinya kejahatan yang memanfaatkan kemajuan di internet banking.

Kejadian beberapa waktu yang lalu, yaitu adanya bug heartbleed semestinya menjadi pelajaran bagi nasabah yang sering melakukan transaksi internet banking. Demikian juga bagi pihak bank untuk proaktif melindungi nasabahnya dengan meningkatkan keamanan situs mereka.

Sumber: detik.com

Sumber Gambar: rackcdn.com