96% Pengguna Memilih untuk Melihat Konten Porno

istock_000014191528small

Konten porno yang ada di internet sangat diminati banyak pengguna. Banyak pengguna yang rela menghabiskan waktu dan uang hanya untuk menikmati konten porno tersebut meskipun berbagai usaha sudah dilakukan untuk mempersempit munculnya konten porno di internet.

Sebuah laporan terbaru di Inggris menunjukkan bahwa minat terhadap konten porno ini masih sangat tinggi. Laporan tersebut menelusuri pengguna sambungan broadband baru di beberapa penyedia layanan besar di Inggris dan pilihan mereka terhadap konten porno.

Hasilnya adalah sebagian besar pengguna tidak mau opt in (diikutsertakan) dalam program penyaringan konten porno yang akan membatasi akses terhadap konten dewasa meskipun perdana menteri Inggris mengatakan bahwa hal tersebut sangat penting untuk melindungi anak-anak tidak berdosa.

Hanya 4% pelanggan baru dari Virgin Media yang mau terlibat dalam program parental control (yang akan menyaring akses terhadap konten dewasa), sedangkan pelanggan baru BT hanya 5%  dan pelanggan baru Sky sebesar 8%. Itu artinya 96% pelanggan baru Virgin Media, 95% pelanggan baru BT dan 92% pelanggan baru Sky lebih memilih untuk tidak ikut program  tersebut dan memilih untuk menikmati konten porno.

Hal ini menunjukkan minat yang sangat rendah terhadap program opt in parental control yang akan mampu mencegah akses terhadap konten dewasa sehingga tidak bisa dilihat atau dinikmati oleh anak-anak. Sebaliknya, pelanggan baru para penyedia layanan broadband lebih memilih untuk tidak diikutsertakan sehingga konten porno yang ada di internet bisa dinikmati dengan mudah.

Tentu sebuah fakta yang cukup mengkhawatirkan mengingat jika tidak ada program penyaring konten yang diinstall di komputer, anak dengan sangat mudah untuk menikmati konten dewasa. Terlebih lagi, ISP sebenarnya sudah menawarkan program built in sehingga pengguna tidak perlu lagi repot untuk memasang sendiri.

Tampaknya perlu usaha yang lebih baik lagi untuk menekan konten porno ini di internet.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: britishcouncil.org