China Gunakan Akun Twitter Palsu untuk Propaganda Tibet

twitter_2094423b

Kelompok advokasi Free Tibet yang berbasis di London mengatakan bahwa hampir 100 akun Twitter palsu digunakan oleh pemerintah China untuk menyebarkan propaganda tentang daerah Cina bermasalah Tibet dan Xinjiang. Seperti yang dilaporkan New York Times, banyak akun palsu konon digunakan untuk menggambarkan daerah tersebut dalam kondisi baik-baik, meskipun beberapa dekade berada dalam kerusuhan di bawah pemerintahan komunis, termasuk serangan terhadap Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet di pengasingan. Banyak akun palsu Twitter tersebut telah di-suspended oleh Twitter, tetapi Free Tibet memperingatkan bahwa mungkin ada lebih dari seratusan akun lagi.

Cina telah mendapat kecaman internasional yang kuat dalam beberapa tahun terakhir karena perlakuannya terhadap warga Tibet dan Uighur, minoritas etnis terkonsentrasi di Xinjiang. Kedua kelompok tersebut telah menuduh Beijing menekan kebebasan beragama dan komersial, meskipun China telah berusaha keras untuk mendiskreditkan keluhan mereka.

Akun Twitter yang  ditemukan oleh Free Tibet yang dioperasikan di bawah nama Barat dengan foto profil diambil dari model dan jasa stok gambar di internet. Akun tersebut banyak menyertakan link ke artikel berbahasa Inggris dan foto di situs web China yang mendukung posisi negara, klaim Tibet baik-baik saja dan menghargai kekuasaan China. Sebagian besar akun memiliki follower kecil, meskipun ada juga yang memiliki follower dalam angka ribuan. Sebuah tweet dari akun propaganda palsu tersebut terkait dengan sebuah artikel kritis terhadap Dalai Lama telah retweeted 6.500 kali.

Meskipun tidak ada bukti jelas bahwa mereka diciptakan oleh pemerintah China, The New York Times melaporkan bahwa skala operasi menunjuk  keterlibatan negara China. Pemerintah China juga diketahui ikut campur dalam wacana online dengan membayar pengguna untuk posting pendapat pro pemerintah pada perpesanan dan jaringan sosial.

Free Tibet telah meminta Twitter untuk men-suspend dan menyelidiki dugaan pelanggaran. Beberapa akun yang disorot oleh Free Tibet dan Times telah ditangguhkan oleh Twitter. Eleanor Byrne-Rosengren, direktur Free Tibet dalam sebuah surat kepada CEO Twitter Dick Costolo mengatakan bahwa akun di Twitter tersebut merupakan tindakan penipuan yang dirancang untuk memanipulasi opini publik tentang negara yang diduduki dan ditekan secara brutal.

Sumber: The New York Times via The Verge

Sumber Gambar: The Telegraph