Facebook Melanggar Etika

rsz_facebook

Penelitian emosi/psikologi yang secara diam-diam dilakukan oleh Facebook terhadap penggunanya masih terus mendapat sorotan tajam. Penelitian ini dilakukan Facebook tanpa seizin atau sepengetahuan penggunanya sehingga pengguna secara tidak sadar telah dijadikan kelinci percobaan demi keuntungan Facebook.

Para peneliti independen mengatakan bahwa apa yang dilakukan Facebook tersebut telah melanggar pedoman etika. Menurut James Grimmelmann, profesor hukum di University of Maryland kurangnya informed consent ( kesediaan Facebook untuk menginformasikan kepada pengguna bahwa mereka melakukan percobaan) dalam percobaan yang dilakukan selama seminggu selama Januari tahun 2012 tersebut adalah skandal nyata.

Dalam sebuah postingan blog yang  berjudul Facebook didn’t give users informed consent, Grimmelmann mengatakan pengguna tidak memiliki informasi untuk memungkinkan mereka memutuskan apakah akan mengambil bagian dalam studi tersebut. Penelitian tersebut merugikan pengguna karena mengubah suasana hati pengguna disebabkan oleh news feed yang telah dimanipulasi oleh Facebook.

Artikel blog tersebut lahir setelah Facebook diketahui melakukan memanipulasi news feed untuk melihat pengaruh apakah mengetahui orang-orang dalam kondisi baik atau buruk membuat orang lain merasakan hal yang sama, atau sebaliknya.

Kesimpulan dari penelitian ini, yang dilakukan bersama dengan dua akademisi dari Cornell University adalah bahwa terdapat emosi yang menular dan bahwa melihat posting orang-orang yang merasa sedih mungkin memiliki efek yang sama pada pembaca.

Dalam melakukan penelitian tersebut sebagaimana diakui sendiri oleh Facebook, mereka tidak memberi tahu pengguna tentang penelitian tersebut. Akibatnya sebanyak hampir 700 ribu pengguna tidak mengetahui mereka sedang dijadikan kelinci percobaan oleh Facebook.

Para peneliti berpandangan bahwa meskipun Facebook memiliki pengguna, bukan berarti pengguna tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan Facebook tanpa sepengetahuan mereka. Dengan demikian Facebook telah melanggar etika karena hal tersebut semestinya diberitahukan kepada pengguna sebelumnya sehingga mereka bisa mengatakan ikut atau menolak.

Sumber: The Guardian

Sumber Gambar: Metro News