Google Blok Iklan Porno dari AdWords

140703100107-google-bans-porn-ads-620xa

Perang terhadap konten porno terus meningkat. Kali ini Google secara resmi memblok iklan sexually explicit dari jaringan periklanan mereka AdWords. Sebenarnya kebijakan ini telah diumumkan pada bulan Maret yang lalu, namun baru memberikan efek pada bulan Juli ini.

Dengan berlakunya kebijakan baru ini, maka konten sexually explicit seperti “masturbation” dan “oral sex” tidak lagi diperkenankan dalam jaringan AdWords. Ini sebuah kemajuan mengingat dalam jaringan AdWords sebelumnya iklan konten seperti ini diperkenankan. Namun demikian, iklan strip clubs dan situs kencan masih diperkenankan untuk diiklankan di AdWords.

Beberapa grup lobi konservatif di Amerika Serikat seperti Morality in Media diklaim turut berjasa atas tindakan yang dilakukan Google untuk menghapus konten sexually explicit dari Adwords. Grup lobi ini tidak hanya memberikan tekanan kepada Google, tetapi juga kepada oragnisasi media dan internet service provider agar mereka membatasi akses ke konten pornografi, meskipun pornografi tersebut sesuatu yang legal di Amerika Serikat.

Dengan berlakunya kebijakan baru di AdWords berarti Google makin mempersempit munculnya konten pornografi. Sebelumnya, pada tahun 2013 yang lalu, Google telah melarang blog porno mengambil keuntungan finansial/menghasilkan uang melalui iklan melalui situs dewasa dalam jaringan blog Blogger. Sebelumnya Google telah lama merilis Safe Search yang terbukti mampu menyaring konten dewasa atau pornografi untuk muncul di hasil pencarian.

Google telah mengirimkan email mengenai perubahan ini kepada situs yang terkena dampak melalui email. Dengan perubahan ini, Google akan menolak semua iklan dan situs yang diidentifikasi sebagai pelanggar kebijakan yang telah direvisi. Sistem Google mengidentifikasi akun pengguna yang berpotensi terpengaruh oleh perubahan kebijakan ini. Google meminta pengguna untuk membuat perubahan yang diperlukan untuk iklan dan situs untuk mematuhi sehingga kampanye dapat terus berjalan.

Dampak perubahan kebijakan Google terhadap industri hiburan dewasa belumlah jelas. Situs hiburan dewasa memang telah memanfaatkan AdWords, tetapi sering bergantung pada hasil pencarian dan bisik-bisik dari mulut ke mulut dalam menarik pengguna baru.

Terdapat lebih dari 350 juta pencarian untuk kata-kata sex, porn, free porn dan porno yang dibuat menggunakan Google pada bulan Mei 2014, menurut Google AdWords Keyword Planner sehingga membuat porn menjadi salah satu pencarian yang paling umum di Google.

Sumber: The Guardian

Sumber Gambar: CNN