Makin Lama di Facebook, Makin Tidak Menyenangkan

A smartphone user shows the Facebook application on his phone in Zenica, in this photo illustration

Bila suatu waktu Anda tengah bad mood, cobalah menahan diri untuk tidak membuka halaman Facebook Anda karena hal ini tidak mungkin akan bekerja. Hal ini diungkapkan oleh sebuah penelitian baru-baru ini.

Dua peneliti perilaku baru-baru ingi mengkonfirmasi bahwa semakin lama Anda di Facebook, semakin buruk apa yang anda rasakan. Apa alasannya? Lebih dari kegiatan lain di internet seperti browsing, Facebook membuat Anda merasa membuang-buang hidup Anda. Dengan kata lain, menggunakan Facebook tak lebih daripada membuang-buang waktu, hampir tidak ada gunanya.

Menurut Christina Sagiogloudan Tobias Greitemeyer dari University of Innsbruck, Austria (yang melakukan penelitian tersebut), dibandingkan dengan browsing internet, Facebook dinilai kurang bermakna, kurang berguna, dan bahkan membuang-buang waktu yang kemudian menyebabkan penurunan mood.

Penelitian baru ini bertentangan dengan penelitian terbaru yang dilakukan oleh Facebook secara diam-diam beberapa waktu yang lalu. Dalam penelitian tersebut, Facebook mengatakan bahwa situs Facebook memiliki  kekuatan untuk memanipulasi suasana hati pengguna. Facebook menemukan bahwa selain memiliki kemampuan untuk memperburuk suasana hati seseorang, Facebook juga dapat memperbaikinya dengan asumsi tidak ada posting negatif dalam news feed-nya.

Para peneliti Austria di atas malah menemukan orang merasa payah setiap saat mereka di Facebook terlalu lama, tidak peduli apa jenis posting yang muncul di news feed.

Dalam satu percobaan, para peneliti meminta peserta untuk menunjukkan berapa banyak waktu yang telah mereka habiskan di Facebook hari itu dan kemudian menilai suasana hati mereka.

Penelitian kedua, dengan peserta yang berbeda, meminta satu kelompok orang untuk 20 menit berada di Facebook melakukan posting update status, chatting dengan teman dan memindai news feed mereka, sedangkan  kelompok lain menghabiskan 20 menit browsing internet tanpa mengunjungi situs-situs media sosial. Kelompok ketiga tidak diberi instruksi sama sekali. Setelah itu, semua orang ditanya bagaimana perasaan mereka dan bagaimana  mereka menghabiskan waktu online.

Kedua penelitian tersebut melibatkan lebih dari 300 peserta berbahasa Inggris dan Jerman. Kedua penelitian menemukan hal yang sama, yaitu orang-orang merasa lebih buruk setelah menggunakan Facebook karena mereka percaya bahwa mereka tidak menggunakan waktu mereka secara bermakna.

Menurut peneliti, kebermaknaan dalam menghabiskan waktu berpengaruh terhadap suasana hati. Jika Anda menggunakan waktu anda secara tidak bermakna, suasana hati Anda tidak baik setelah melakukan hal tersebut.

Temuan ini menambah jumlah lembaga penelitian yang menunjukkan Facebook dapat meningkatkan perasaan depresi, kesepian dan cemburu.

Pertanyaannya, jika Facebook membuat pengguna merasa lebih buruk, mengapa pengguna terus menggunakannya?

Jawabannya adalah karena pengguna terus membuat apa yang disebut kesalahan peramalan afektif. Hal ini merupakan fakta yang muncul dari percobaan ketiga dari penelitian tersebut. Pengguna Facebook menganggap mereka akan merasa lebih baik setelah menghabiskan waktu 20 menit di Facebook, meskipun hasil yang diperoleh adalah sebaliknya.

Dengan kata lain, pengguna memperkirakan setelah menggunakan Facebook mereka akan merasa lebih baik. Perkiraan ini terus-menerus dilakukan pengguna, meskipun hasil yang mereka peroleh adalah sebaliknya.

Sumber: Huffingtonpost

Sumber Gambar: metro.co.uk