Twitter, Ketidaksetiaan dan Perselingkuhan

rsz_using-twitter-from-laptop

Awam diketahui bahwa Facebook dan Twitter dapat menimbulkan perceraian pasangan. Tampaknya anggapan tersebut semakin menjadi nyata, terutama di Twitter.

Hal ini didasarkan kepada penelitian baru yang dilakukan oleh seorang mahasiswa program PhD bernama Russell Clayton dari University of Missouri-Columbia. Russell Clayton mempelajari 580 orang dewasa pengguna Twitter, berusia 18-67 menggunakan kuesioner online. Sebagian besar peserta (62 persen) adalah Kaukasia, 15 persen Asia, 12 persen Hispanik, 6 persen Afrika Amerika, dan 5 persen penduduk asli Amerika. Mayoritas peserta (63 persen) adalah laki-laki.

Clayton menganalisis tweet setiap peserta sebelum meminta mereka pertanyaan tentang hubungan mereka. Ia mengukur waktu yang dihabiskan pengguna di Twitter, konflik yang timbul dari penggunaan waktu mereka, dan dampak yang terjadi pada hubungan mereka.

Dari studi tersebut ia menyimpulkan pasangan yang lebih aktif di Twitter semakin besar kemungkinan mereka akan tidak setia satu sama lain, dalam berhubungan yang pada akhirnya akan mengagalkan hubungan sepenuhnya.

Ini artinya Twitter membuka kemungkinan untuk pasangan melakukan perselingkuhan. Perselingkuhan digolongkan sebagai kecurangan emosional dan fisik.

Masalah serupa telah terjadi sebelumnya pada pengguna Facebook dan di Twitter dapat menjadi semakin buruk karena makin menjadi seperti (menyerupai) Facebook dengan meningkatnya penggunaan upload foto dan berbagi.

Clayton menambahkan pengguna aktif jejaring sosial yang berada dalam hubungan romantis mungkin menemukan bahwa konflik Twitter bisa menyebabkan masalah hubungan yang cukup serius untuk menyebabkan perselingkuhan atau perceraian.

Studi ini menambahkan bahwa menggunakan Twitter secara aktif dan konflik yang terjadi di  Twitter berhubungan positif dengan peningkatan kecurangan, perpisahan, dan perceraian emosional dan fisik.

Sumber: Daily Mail

Sumber Gambar: foxbusiness.com