Internet of Things Terlalu Digembar-gemborkan

The-Internet-of-Things-cisco-csco-stock

Gemuruh Internet of Things (IoT) menyita banyak perhatian. Banyak orang memperkirakan bahwa Internet of Things adalah tren yang akan terjadi setelah tren smartphone melalui masa puncaknya. Banyak perusahaan mengatakan dengan menempatkan SIM Card pada alat tertentu, mereka akan bisa hadir di internet dengan produktivitas 5 hingga 10 kali lebih baik. Namun ternyata perkiraan itu saat sekarang ini tidak lebih dari ekspektasi yang berlebihan.

Hal ini setidaknya dikemukakan oleh Gartner. Menurut Gartner, Internet of Things merupakan teknologi sedang berkembang yang paling digembar-gemborkan saat ini (the most over hyped technology).

Menurut Gartner ada beberapa alasan mengapa Internet of Things merupakan over hyped technology. Alasan tersebut adalah kurangnya standarisasi dalam Internet of Things. Ini artinya setiap perusahaan yang merilis alat tidak memiliki standar yang sama. Standarisasi (standar data, protokol nirkabel, teknologi) masih merupakan tantangan adopsi lebih cepat dari Internet of Things.

Menurut Gartner, sejumlah konsorsium, badan standar, asosiasi kebijakan pemerintah/daerah di seluruh dunia menangani masalah standar tersebut. Ironisnya, dengan sedemikian banyak entitas, masing-masing bekerja untuk kepentingan mereka sendiri. Gartner memperkirakan kurangnya standar akan tetap menjadi masalah untuk 3 sampai 5 tahun ke depan.

Hal kedua yang disoroti Gartner adalah sifat perubahan teknologi itu sendiri. Awalnya, sebuah teknologi baru memasuki kesadaran publik dengan harapan yang rendah yang kemudian perlahan-lahan bangkit menunjukkan potensinya. Quantum computing, holographic displays dan human augmentation semuanya melalui siklus ini.

Namun, pada Internet of Things hal tersebut tidak terjadi. Orang terlalu banyak berharap bahwa Internet of Things bisa menjadi tren baru setelah masa smartphone padahal masih banyak hal yang belum diselesaikan dengan baik, misalnya soal standarisasi dan yang terpenting soal keamanan yang dipandang sangat rentan terhadap serangan.

Sumber: Guardian

Sumber Gambar: investorplace.com