Membaca di Gadget Menyebabkan Kehilangan Plot

kindle

Dengan majunya gadget seperti tablet, smartphone, Kindle, dan e-reader kebiasaan pengguna pun berubah. Bila dulu sangat senang membaca buku dalam bentuk buku yang sebenarnya, kini kebiasaan membaca beralih dengan menggunakan tablet, Kindle e-reader atau smartphone.

Gadget tersebut di atas menjajikan pengguna untuk tidak perlu repot membawa buku-buku yang berat dan tebal. Cukup download versi ebook atau file PDF buku yang ingin dibaca di gadget kemudian buku tersebut bisa dinikmati.

Namun perilaku membaca buku dengan tablet, smartphone atau Kindle tersebut tampaknya memiliki dampak negatif, yaitu pembaca kurang mengerti alur atau plot buku yang dibacanya. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian.

Anne Mangen dari Stavanger University, Norwegia menemukan fakta pembaca kurang menyerap apa yang dibacanya melalui Kindle dibandingkan dengan ketika membaca buku yang sebenarnya. Membaca buku pada Kindle atau perangkat elektronik lainnya dapat membuat lebih sulit untuk memahami plot yang ada di buku tersebut.

Menurut Anne Mangen sebab mengapa pembaca kurang menyerap buku yang dibaca atau tidak memahami plot adalah karena berat dan nuansa sebuah buku sebenarnya. Ini artinya, jika anda membaca buku yang sebenarnya ada kesan berat dan nuansa buku yang membuat anda lebih merasakan itu sebuah buku dibandingkan ketika anda membaca buku dengan alat elektronik seperti Kindle.

Pembaca memahami buku fisik lebih baik karena adanya kegiatan membalik-balik halaman dan perasaan terhadap seberapa banyak halaman yang tersisa untuk dibaca.

Studi tersebut juga menemukan bahwa empati dengan karakter, kedalamam terlibat dengan cerita dan pemahaman tentang narasi relatif sama antara pembaca buku fisik dengan pembaca Kindle. Pembaca Kindle secara signifikan jelek dalam hal menyampaikan urutan waktu cerita dari buku dalam urutan yang benar (plot).

Penelitian ini tentu perlu diikuti oleh penelitian lebih lanjut. Hal ini penting karena saat ini banyak sekali pengguna yang bergantung kepada alat elektronik untuk melakukan kegiatan membaca. Apalagi sekolah-sekolah sudah mulai mengenalkan buku elektronik sehingga kebiasaan membaca anak-anak sudah beralih sejak awal. Akibatnya mungin saja seperti yang ditemukan oleh penelitian ini.

Sumber: The Guardian

Sumber Gambar: CNN