Nasihat Ahli Keamanan Agar Anak Aman Online (1)

kids_online

Sebagai ahli keamanan internet tentu mereka sangat paham, apa saja yang membuat anak-anak menjadi tidak aman. Oleh karenanya saran mereka agar anak aman ketika online patut dipertimbangkan Pertanyaannya apa saja yang nasihat ahli keamanan untuk melindungi anak ketika online?

1. Diskusikan Keamanan Online Sejak Usia Dini (David Emm, Peneliti Kemanan Senior di Kaspersky Lab)

Anak sekarang lahir di zaman broadband. Tidak pernah mengenal internet dial up sehingga mereka disebut digital native. Oleh karenanya mereka mengenal dunia online sejak dini. Untuk itu, Anda perlu mendiskusikan dengan mereka tentang keamanan online sejak usia dini. Jangan menunggu sehingga mereka telah beranjak remaja.

2. Jika Tidak Melakukannya secara Tatap Muka, Jangan Lakukan secara Online (Shelagh McManus, advokat keamanan online di Symantec)

Ajarkan anak Anda untuk selalu bijak di saat online. Jangan biarkan ia memposting sesuatu yang kasar, fitnah atau gambar seronok dirinya. Saran di atas berarti bahwa jika anak tidak melakukan sesuatu secara offline, hal tersebut berlaku juga ketika online. Jika anak tidak berkata kasar ketika offline, ia juga tidak boleh berkata kasar ketika online.

Ini artinya, anak harus tahu apa arti reputasi. Jika reputasi online anak rusak karena kesalahannya sendiri, akan sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan karena ada banyak mata yang melihat masa lalu atau kegiatan online anak.

3. Ajarkan Mereka untuk Berhati-hati terhadap Orang Asing yang Memberikan Hadiah (Amichai Shulman, CTO perusahaan keamanan jaringan Imperva)

Sebagaimana orang tua memperingatkan anak untuk tidak menerima hadiah dari orang asing/yang tidak dikenal di dunia nyata, ajarkan juga mereka untuk tidak tergiur untuk menerima berbagai penawaran hadiah dari orang yang tidak dikenal, bahkan orang yang dikenal sekalipun secara online karena apa yang ada dibalik keinginan memberikan hadiah tersebut tidak diketahui secara pasti.

Ajarkan juga anak untuk tidak mengklik sembarang tautan yang dikirim ke email mereka. Demikian juga, jangan biarkan anak melakukan panggilan video tanpa didampingi karena hal tersebut sangat berbahaya.

Bersambung ….

Sumber: Diolah dari Guardian

Sumber Gambar: creativechili.com