Pertumbuhan Perpesanan karena Mobile Flirting

 

rsz_1pg-24-social-media-alamy

Aplikasi perpesanan sangat menarik perhatian beberapa waktu terakhir. WhatsApp, Line Kakao Talk dan masih banyak lainnya merupakan aplikasi perpesanan yang sangat banyak digandrungi pengguna, khususnya remaja.

Remaja menjadi pendorong pertumbuhan aplikasi tersebut. Namun tahukah Anda perpesanan seperti apa sebenarnya yang mendorong melonjaknya pertumbuhan perpesanan tersebut?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Deloitte di Inggris menunjukkan peran mobile flirting terhadap pertumbuhan perpesanan. Remaja yang mengirim pesan genit (flirt) satu sama lain telah mendorong pertumbuhan yang cepat dalam aplikasi mobile messaging seperti WhatsApp, Snapchat, iMessage dan Facebook Messenger.

Menurut Deloitte, jumlah pesan instan di Inggris akan menjadi dua kali lipat di akhir tahun 2014 ini, yaitu mencapai  300 miliar. Pada akhir tahun 2013 yang lalu jumlahnya hanya 160 miliar.

Beberapa anak muda pemilik smartphone mengirimkan lebih dari 270 pesan intan sehari, sebagian besar terdiri dari emoticon tunggal, seperti wajah tersenyum atau jantung berdetak.

Deloitte mengatakan bahwa tren tersebut yang didorong oleh cinta anak muda dengan ciri roman remaja mengambil alih teknologi untuk kebutuhannya. Aplikasi pesan instan memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan dengan harga yang lebih murah dibandingkan SMS serta dapat melampirkan foto dan video. Hal ini membuat sangat menarik bagi pengguna smartphone yang lebih muda atau remaja.

Paul Lee, kepala riset Deloitte mengatakan remaja saat ini menggunakan alat yang berbeda untuk pacaran. Dulu tergantung remaja sangat bergantung kepada telepon, namun sekarang pada pesan instan.

Tentunya gelaja mobile flirting ini harus diketahui oleh orang tua yang punya anak remaja dan sangat aktif menggunakan pesan instan. Diharapkan orang tua untuk melihat dan selalu berkomunikasi dengan anak tentang bagaimana ia menggunakan pesan instan tersebut. Hal ini bertujuan agar orang tua tidak kaget melihat perkembangan anak.

Pengarahan juga diperlukan agar anak tidak mengirimkan pesan, foto atau video seronok dirinya kepada orang lain. Hal ini sangat penting untuk mencegah kejadian yang tidak diharapkan.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: independent.co.uk