Proteksi Diri Bagi Mahasiswa/Mahasiswi di Kampus (2)

20100414_studentschat_33

Pada bagian terdahulu telah dijelaskan dua proteksi penting yang perlu dilakukan oleh mahasiswa/mahasiswi jika mereka berada di kampus. Berikut ini merupakan poin lanjutan dari cara memproteksi diri tersebut.

3. Proteksi Mobile

Berdasarkan catatan Symantec, 39% orang dewasa tidak melakukan sesuatu untuk melindungi diri mereka ketika terkoneksi dengan WiFi publik. Untuk itu Anda perlu menghindari untuk terkoneksi secara otomatis dengan jaringan WiFi publik. Jika Anda tidak menghindarinya, bisa saja Anda akan terhubung ke jaringan WiFi palsu yang berpotensi mencuri data-data yang ada dalam smartphone atau tablet yang anda miliki.

Tidak hanya harus menyetujui semua koneksi ke jaringan yang tersedia pada satu saat tertentu di kampus, tetapi juga harus mengetahui bahwa jaringan tersedia tersebut aman dan diakui. Misalkan saja bila ada teman mahasiswa atau orang lain yang menyediakan jaringan WiFi palsu, jika tidak hati-hati, ia bisa mencuri data dari setiap perangkat yang terhubung ke jaringan palsu yang disediakannya tersebut. Nanti mungkin saja data-data tersebut ada data yang sangat sensitif yang bisa diumbar ke publik atau digunakan untuk pemerasan.

4. Proteksi Media Sosial

Di tengah meningkatnya popularitas media sosial di mana sebagian penggunanya adalah anak muda, media sosial menjadi target yang sangat menarik bagi hacker.Sebelumnya juga diketahui bahwa anak muda (mahasiswa/mahasiswi termasuk dalam golongan ini) merupakan  bagian yang kurang peduli terhadap privasi. Dengan demikian, media sosial merupakan lubang besar keamanan yang sering diabaikan. Untuk itu, mahasiswa/mahasiswi perlu memproteksi media sosial mereka di kampus.

Akun Facebook dan Twitter perlu dilindungi lebih baik mengingat hampir semua mahasiswa/mahasiswi menggunakan akun tersebut untuk chatting hingga membicarakan bahan kuliah. Perlindungan dapat dilakukan dengan memberikan password unik dan membatasi privasi dengan mengedit pengaturan privasi yang disediakan. Perlu pula untuk melakukan two factor authentification agar akun media sosial anda lebih aman.

Selain itu, perlu juga diperhatikan serangan phishing yang biasanya mucul melalui URL yang sudah dipendekkan di timeline Twitter dan Facebook. Jangan sekali-kali mengklik link tersebut karena berpotensi merebut akun media sosial dan melakukan tweet otomatis yang tidak jarang merupakan iklan atau tweet aneh lainnya seperti skandal seks.

3. Backup dan Hapus File

Lakukan backup file secara teratur. Misalnya paper yang sudah dikerjakan atau tugas-tugas kuliah yang penting agar bila terjadi sesuatu pada komputer, file cadangan bisa diambil kembali. Selain itu, anda perlu menghapus file-file yang sudah usang dengan memindahkannya ke recycle bin. Namun, bila Anda benar-benar sudah tak memerlukan file tertentu, hapuslah file tersebut secara permanen. Untuk melakukan ini sangat banyak tersedia tools gratis di internet.

Sumber: Diolah dari Symantec

Sumber Gambar: reachingcampus.com