Dampak Buruk Bullying Dibawa Hingga Dewasa

rsz_2013-03-05-shutterstock_108383702

Bullying merupakan hal yang makin umum kita lihat, terutama cyber bullying. Banyak orang muda yang di-bully habis-habisan karena melakukan kesalahan tertentu, misalnya di media sosial. Mereka yang mem-bully tersebut tidak pernah memikirkan dampak buruk bullying yang mereka lakukan yang bisa berakibat sangat jauh, misalnya bunuh diri. Selain itu, akibat buruk bullying tersebut akan terus dibawa korban sampai mereka dewasa kelak.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka yang waktu muda di-bully masih membawa akibat bully tersebut hingga mereka dewasa. Penelitian yang dilakukan terhadap 7.771 orang yang di-bully waktu mereka berusia 7 hingga 11 tahun di Inggris, Skotlandia, dan Wales menunjukkan bahwa dampak bullying masih terlihat hingga pertengahan kehidupan, empat dekade setelah mereka di-bully.

Peneliti menemukan bahwa orang-orang yang sering di-bully pada masa kanak-kanak masih mengalami gejala depresi dan kecemasan ketika mereka mencapai usia pertengahan. Mereka juga melaporkan lebih banyak pikiran untuk bunuh diri dibandingkan orang yang tidak di-bully pada masa kanak-kanak.

Peneliti juga menemukan bahwa dampak bullying tidak terbatas pada masalah kesehatan mental, tetapi juga diperluas ke kesehatan fisik dan kognitif serta keluaran sosial ekonomi yang lebih buruk.

Mereka yang sering di-bully pada masa kanak-kanan cenderung memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah. Laki-laki yang di-bully pada masa kanak-kanak lebih mungkin menganggur dan memperoleh pendapatan lebih sedikit. Hubungan sosial dan kesejahteraan juga terpengaruh. Individu yang di-bully  di waktu kecil, kecil kemungkinannya memiliki hubungan, memiliki jaringan sosial yang baik, dan lebih mungkin memiliki kualitas hidup dan kepuasan kehidupan yang lebih rendah.

Menurut para peneliti penelitian menunjukkan bahwa dampak bullying masih terlihat hingga 40 tahun kemudian. Untuk itu, perilaku mem-bully haruslah sangat dihindari karena dampaknya yang sedemikian buruk.

Sumber: Bullying UK

Sumber Gambar: Shutter Stock via Huffington Post