Digital Classroom? Tunggu Dulu, Bagaimana dengan Soal Privasi?

classroom_10

Dengan perangkat yang semakin maju, proses belajar-mengajar kini bisa dilakukan secara digital dengan menggunakan berbagai perangkat terkoneksi internet seperti laptop, smartphone atau tablet. Namun pelaksanaan digital classroom tersebut menimbulkan kekhawatiran dalam soal privasi.

Di Amerika Serikat, banyak sekolah negeri  yang tidak memiliki pembatasan pada data siswa sehingga bisa dikumpulkan oleh perusahaan teknologi pendidikan. Hal tersebut merupakan kelalaian yang telah membuat khawatir orang tua dan mendorong pengajuan usulan kepada Kongres.

Pengumpulan data tersebut mengubah cara bagaimana para guru berinteraksi dengan siswa dan memberikan peneliti pemahaman baru tentang bagaimana anak muda belajar. Akan tetapi hal tersebut bukan tidak ada biaya atau risikonya. Risiko yang dihadapi orang tua adalah memungkinkan perusahaan teknologi pendidikan untuk mendapatkan keuntungan dari informasi sensitif para siswa.

Hal tersebut menimbulkan ketegangan antara pemerapan digital classroom dengan masalah privasi anak didik. Ketegangan tersebut terus meningkat karena pemerintah federal terus mendorong penerapan teknologi di sekolah-sekolah yang mengakibatkan makin tingginya sengketa yang berlangsung antara jaminan privasi dan inovasi digital.

Orang tua mempertanyakan hal yang mungkin sepele, tetapi akan sangat berpengaruh kepada privasi anak mereka. Pertanyaan tersebut misalnya, siapa yang memegang informasi dalam satu situs tertentu dan apa yang mereka perbuat dengan informasi yang dikumpulkan tersebut?

Pertanyaan tersebut di atas mungkin tidak akan mudah mencari jawabannya. Banyak teknologi yang menunjang berlakunya digital classroom didasarkan pada informasi siswa, misalnya usia, tempat lahir, alamat, nama orang tua, nomor telepon dan berbagai informasi sensitif lainnya. Orang tua jelas khawatir jika inovasi digital classroom dimanfaatkan sebagai celah oleh perusahaan teknologi pendidikan untuk meraup kentungan karena tersedianya banyak informasi.

Beberapa waktu yang lalu, Google setuju untuk menghentikan pemindaian akun Gmail siswa untuk alasan iklan setelah pengguna menggugat perusahaan tersebut. Raksasa pencarian tersebut mengakses informasi melalui aplikasi gratis untuk layanan pendidikan.

Jaminan dijaganya privasi siswa dan tidak digunakannya informasi pribadi mereka untuk menangguk keuntungan lain merupakan hal yang sangat perlu untuk dipertimbangkan sebelum digital classroom diberlakukan.

Sumber: Boston Globe

Sumber Gambar: terraque.com