Ello, Media Sosial Anti Facebook

ello2

Pamor Facebook yang cukup tinggi menjadikannya incaran bagi media sosial baru. Cukup banyak media sosial yang mencoba jauh berbeda dibandingkan Facebook, namun satu yang perlu dilihat saat ini adalah Ello.

Ello adalah media sosial anti Facebook yang sebenarnya. Media sosial baru ini menjadi hit beberapa hari terakhir karena mengadopsi sesuatu yang benar-benar anti Facebook, yaitu tidak ada iklan.

Jika kita lihat manifesto Ello, cukup jelas apa yang mereka inginkan. Bentuk media sosial yang mereka bangun memang jauh berbeda dibandingkan media sosial lain, semisal Facebook, Twitter atau Google Plus. Desainnya sangat sederhana dan mungkin ada unsur-unsur desain web sebelum kemajuan desain seperti sekarang ini.

Manifesto Ello dapat dibaca berikut ini.

“We believe in beauty, simplicity and transparency. We believe that the people who make things and the people who use them should be in partnership. We believe a social network can be a tool for empowerment. Not a tool to deceive, coerce and manipulate – but a place to connect, create and celebrate life,”

Founder Ello, Paul Budnitz mengatakan bahwa sesuai dengan manifesto Ello yang sudah digariskan tersebut maka mereka percaya pada keindahan, kesederhanaan dan transparansi. Mereka percaya bahwa orang-orang yang membuat segala seuatu dan orang-orang yang menggunakannya harus berada dalam posisi kemitraan. Kami percaya jaringan sosial bisa menjadi alat untuk pemberdayaan. Tidak alat untuk menipu, memaksa dan memanipulasi, tetapi tempat untuk menghubungkan, membuat dan merayakan kehidupan.

Manifesto Ello tersebut terdengar sedemikian indah bila kita lihat media sosial sejauh ini memperdagangkan informasi mengenai penggunanya. Facebook dalam hal ini berada di urutan paling atas dalam memberdayakan segala sesuatu tentang penggunanya dan kemudian memperoleh pendapatan iklan yang tidak sedikit.

Terkait dengan hal ini, tujuan Ello tampak sedemikian mulia. Di zaman sedemikian masif pemamfaatan informasi pengguna dan keteledoran media sosial terhadap privasi, Ello memberikan titik terang bagaimana sebuah media sosial seharusnya memperlakukan penggunanya.

Adalah menarik menggunakan Ello secepat mungkin. Bagi mereka yang menghargai privasi dan tetap ingin berinteraksi dengan sedemikian banyak orang di internet, Ello akan menjadi pilihan yang diprioritaskan. Namun, tentu kita tidak bisa cepat-cepat memutuskan bahwa Ello akan tetap setia dengan menifesto yang telah mereka gariskan.

Kemajuan dan keinginan banyak pihak, suatu waktu bisa membuat Ello akan menjadi media sosial seperti media sosial lainnya. Tentu hal ini, bagi pengguna yang sudah menggunakan akan suatu hal yang sia-sia nantinya. Saat ini Ello hanya menerima anggota berdasarkan undangan dari pengguna yang sudah menggunakan.