Orang Tua Tidak Kenal Algoritma

kids_coding2

Bagi mereka yang berkecimpung di dunia coding, algoritma bukan sebuah hal yang baru. Namun, bagaimana dengan orang tua yang anaknya belajar computing?

Tidak hanya di Indonesia yang kesadaran orang tua untuk mengarahkan anaknya belajar coding bisa dikatakan sangat rendah, di Inggris pun yang dunia teknologinya sudah sangat maju di mana orang tua memiliki kesadaran lebih baik, sebagian besar orang tua juga tidak mengerti apa yang dimaksud dengan algoritma tersebut.

Sebuah polling yang dilakukan O2 membuktikan hal tersebut. Polling ini dilakukan terhadap 2.000 orang tua dan terkait dengan penerapan kurikulum computing baru di sekolah-sekolah di Inggris.

Polling tersebut mengungkapkan bahwa banyak orang tua yang benar-benar tidak mengetahui atau tidak siap dengan perubahan yang signifikan ke depan (terkait kurikulum baru computing tersebut). Dua pertiga dari mereka mengatakan mereka tidak tahu tentang perubahan kurikulum computing dan sepertiga mengaku mereka khawatir tidak akan mampu mendukung secara memadai anak-anak mereka terkait dengan pekerjaan rumah computing nantinya.

Ketika orang tua diuji dengan kurikulum computing baru tersebut, seperempat dari orang tua mengaku bahwa mereka tidak berpikir bisa menyelesaikan tugas-tugas yang diharapkan bisa diselesaikan oleh anak usia lima tahun.

Kurikulum yang telah diperbarui tersebut kini diterapkan kepada anak-anak berumur lima tahun dan telah dirancang untuk membekali generasi mereka dengan keterampilan penting untuk berhasil di era digital.

Anak-anak di Inggris akan mulai belajar untuk menulis kode ketika mereka masuk sekolah pada usia lima tahun dan tidak akan berhenti sampai usia 16 tahun ketika mereka menyelesaikan GCSE (General Certificate of Secondary Education). Dengan demikian, orang tua tentu dituntut untuk bisa mendukung anaknya dalam kurikulum computing yang baru tersebut.

Melihat apa yang diterapkan di Inggris ini, tampaknya orang tua setidaknya harus memiliki sedikit pengetahuan mengenai computing agar bisa mendukung anak-anak mereka dalam belajar.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: tutornerds.com