Pengguna Reguler Facebook Jadi Sasaran Penjahat Cyber

facebook-woman-2-1_2507268b

Apakah Anda secara teratur mengunjungi Facebook? Apakah Anda setiap hari secara reguler berkunjung untuk mem-posting foto, update status atau berkomentar di status teman di Facebook? Hati-hati mungkin anda menjadi sasaran empuk penjahat cyber.

Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian baru yang menggunakan mahasiswa dengan profil palsu beberapa waktu yang lalu. Penelitian tersebut menemukan bahwa mayoritas pengguna Facebook yang reguler berkunjung ke Facebook akan menerima permintaan teman palsu, tetapi mereka yang menggunakan situs lebih teratur dan berkelanjutan lebih rentan terhadap penipuan dan serangan phishing.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Dr. Arun Vishwanath, penulis Journal of Computer-Mediated Communication. Dia meminta 150 mahasiswa di University of Buffalo untuk berpartisipasi dalam survei online tentang penggunaan teknologi.

Dalam penelitian tersebut diajukan  pertanyaan yang terkait langkah-langkah untuk menentukan penggunaan masing-masing pengguna Facebook, kebiasaan dalam menggunakan Facebook, ukuran total jaringan sosial Facebook mereka, dan perhatian mereka terhadap privasi.

Enam minggu kemudian, setiap mahasiswa dikirimkan permintaan pertemanan dari akun Facebook palsu yang dibuat khusus untuk penelitian dan semua permintaan pertemanan tersebut juga dikirim oleh 150 siswa dalam beberapa menit satu sama lain. Selanjutnya dua minggu kemudian, semua yang menerima teman palsu dikirimkan pesan Facebook dari profil palsu. Agar tampak mirip dengan serangan email phishing, pesan tersebut memiliki kesalahan tata bahasa dan waktu dalam teks.

Mayoritas mahasiswa yang menggunakan situs secara teratur menerima permintaan teman palsu, tetapi hanya  pengguna yang reguler dan berkelanjutan yang menjadi korban serangan phishing.

Menurut Dr. Vishwanath dalam platform media sosial seperti Facebook, pesan yang dikirimkan menampilkan gambar dari pengirim. Hal tersebut membuat kebiasaan pengguna Facebook melihat gambar. Bisa dibayangkan bahwa kebiasaan pengguna Facebook melihat gambar menganggap hal tersebut berasal dari seorang teman dan secara otomatis menanggapi permintaan tersebut tanpa mempertimbangkan bagaimana mereka terhubung dengan orang, berapa lama mereka telah mengenalnya, atau siapa lagi terhubung ke individu yang mengirimkan serangan phishing .

Hal ini mungkin karena terhubung ke sejumlah besar orang membuat sulit untuk membedakan teman apakah ia orang asing atau sering berinteraksi sehingga membuat individu lebih mungkin untuk mengabaikan nuansa dalam pesan yang mengandung penipuan.

Sumber: Wiley Online Library via Daily Mail

Sumber Gambar: The Telegraph