Pengiklan Risau Pemblokir Iklan

rsz_ads-blocker

Pengguna internet kini semakin banyak  memblokir iklan yang muncul di halaman situs tertentu. Berbagai alat atau plug-in tersedia, baik di browser Chrome maupun Mozilla untuk memblokir iklan yang muncul, seperti Ghostery, DoNotTrackMe, Ad Blocker dan banyak lainnya. Plug-in tersebut bermafaat bagi pengguna, selain memblok iklan, juga bisa membatasi mata-mata lain yang ingin mengintip perilaku browsing pengguna internet dan membuat browsing lebih lancar.

Namun, meskipun pengguna internet senang, tidak demikian dengan halnya publisher (atau mereka yang menaruh iklan). Guardian melaporkan bahwa pendapatan publisher menurun karena makin banyak pengguna internet yang menggunakan alat pemblokir iklan. Software pemblokir iklan tersebut kini digunakan oleh hampir 150 juta browser.

Guardian memuat laporan terbaru dari penelitian yang dilakukan oleh PageFair terhadap kecenderungan pengguna menggunakan pemblokir iklan. Laporan terbaru tersebut menunjukkan pada Juni 2014, hampir 150 juta browser menggunakan beberapa bentuk pemblokir iklan, sebagian besar dari mereka menggunakan plug-in, baik di Google Chrome maupun browser Mozilla Firefox.

Secara detail PageFair dalam blog-nya melaporkan bahwa terdapat 144 juta pengguna aktif pemblokir iklan di seluruh dunia. Pertumbuhan pemblokir iklan naik cukup tajam, yaitu 70% antara bulan Juni 2013 hingga Juni 2014.

Pertumbuhan pemblokir iklan tersebut dipimpin oleh Google Chrome yang mengalami pertumbuhan dua kali lipat dibandingkan tahun yang lalu. Pengguna pemblokir iklan yang terbesar ada di rentang usia 18-29 tahun dengan tingkat penggunaa 41%.

Melihat angka-angka tersebut, jelas publisher khawatir karena dengan makin banyak yang menggunakan pemblokir iklan, penetrasi atau ketertampilan iklan mereka akan semakin menyusut. Padahal iklan adalah bagian penting dari internet yang menjaga internet tetap gratis sampai saat ini.

Namun di sisi lain, pengguna juga khawatir dengan masalah privasi mereka. Mereka khawatir privasinya telah dilanggar atau data-data mengenai perilaku browsing telah diperjualbelikan untuk menampilkan iklan sesuai minat sehingga mereka memutuskan untuk menggunakan pemblokir iklan.

Sumber: PageFair via The Guardian

Sumber Gambar: raouldeboer.com