Permintaan Data Pengguna oleh Pemerintah Meningkat Tajam

130606191546-nsa-logo-story-top

Pemerintah memiliki kepentingan terhadap data pengguna. Hal ini dibuktikan dengan terus meningkatnya permintaan data pengguna oleh pemerintah kepada penyedia layanan internet seperti Google.

Dalam Transparency Report yang baru dirilis oleh Google, tuntutan pemerintah untuk informasi tentang pengguna Google ini telah meningkat 150% sejak raksasa mesin pencari tersebut mulai menerbitkan jumlah tuntutan data pengguna untuk pertama di tahun 2009.

Menurut laporan transparansi terbaru dari Google, pada semester pertama 2014, jumlah tuntutan pemerintah naik 15% dibandingkan dengan semester kedua tahun lalu dan meningkat 150% sejak Google pertama kali mulai menerbitkan data ini pada tahun 2009 Di AS tuntutan pemerintah terhadap data pengguna meningkat masing-masing sebesar 19% dan 250%.

Menurut Google, peningkatan permintaan pemerintah berlatar belakang program pengawasan pemerintah. Pemerintah memiliki peran yang sah dan penting dalam memerangi kejahatan dan menyelidiki ancaman keamanan nasional. Namun demikian diperlukan undang-undang untuk transparansi.

Menurut Google, untuk menjaga kepercayaan masyarakat, baik pemerintah dan teknologi, perlu reformasi legislatif yang menjamin kekuatan pengawasan yang transparan, cukup dilindungi oleh hukum, dan tunduk pada pengawasan independen.

Bisa dikatakan peningkatan tuntutan data pengguna oleh pemerintah ini menunjukkan tren meningkat di semua negara, dengan Amerika Serikat memimpin cukup jauh, yaitu 250%. Pemerintah AS selalu beralasan bahwa tuntutan permintaan data pengguna tersebut terkait dengan keamanan negara. Pemerintah AS berkewajiban untuk mencegah terjadinya hal yang membahayakan keamanan nasional. Caranya adalah dengan meminta data-data pengguna yang dikumpulkan oleh Google sebagai perusahaan internet terbesar di dunia.

Namun pengungkapan data tersebut jelas-jelas berlawanan dengan privasi pengguna. Banyak pengguna internet dirugikan privasinya karena adanya desakan pemerintah kepada berbagai penyedia layanan di internet seperti Google, Yahoo, Apple, dan Microsoft.

Sumber: The Guardian

Sumber Gambar: CNN