Yahoo Diancam Denda oleh NSA

yahoo

NSA tampaknya tidak main-main dengan program pengintaian terhadap pengguna internet yang dilakukannya. Beberapa hari yang lalu, dokumen yang terungkap di pengadilan menyebutkan bahwa Yahoo diancam dengan denda harian sebesar 250 ribu dollar AS jika tidak mengikuti keinginan NSA, yaitu menyerahkan data pengguna kepada NSA. Denda yang ditetapkan NSA tersebut bisa menjadi dua kali lipat setiap minggunya jika Yahoo menolak untuk mematuhi permintaan NSA.

Dalam artikel blog yang dirilis Yahoo disebutkan dokumen rahasia setebal 1.500 halaman mengungkapkan perseteruan antara Yahoo dengan NSA atas akses ke data pengguna.

Dokumen tersebut juga mengungkapkan gagalnya usaha Yahoo untuk tidak menyerahkan data pengguna kepada NSA dan harus ikut bekerja sama dalam program pengintaian yang dibuat oleh NSA atau Prism.

Pada tahun 2007, pemerintah AS mengamandemen undang-undang yang menjadi kunci untuk permintaan terhadap data pengguna di layanan online. Ketika Yahoo diminta untuk menyerahkan data penggunanya, Yahoo menolak karena beranggapan hal tersebut berlebihan dan inkonstitusional.

Yahoo kemudian membawa kasus tersebut ke pengadilan foreign intelligence surveillance court atau pengadilan pengawasan intelijen asing atau yang dikenal sebagai pengadilan Fisa yang mengawasi permintaan terhadap perintah pengawasan yang terkait dengan keamanan nasional. Pengadilan rahasia Fisa memberikan otoritas hukum yang mendukung program pengawasan kontroversial pemerintah AS. Yahoo kehilangan kasusnya dan banding.

Singkat cerita, Yahoo berusaha cukup keras untuk menolak permintaan data pengguna oleh NSA karena mereka mempertimbangkan privasi pengguna. Namun, NSA tidak bisa ditolak begitu saja sehingga memberikan ancaman denda harian yang sangat besar yang jumlahnya akan menjadi dua kali lipat pada minggu berikutnya.

Yahoo tentu saja mempertimbangkan kondisi perusahaan jika ancaman tersebut tidak dipatuhi sehingga terpaksa mengalah kepada NSA. Perlu diketahui bahwa hampir semua perusahaan teknologi utama AS termasuk AOL, Apple, Google dan Microsoft telah dicatat oleh NSA sebagai peserta dalam program yang dijalankan secara bersamaan dengan intelijen Inggris yang setara NSA, yaitu GCHQ.

Program mata-mata tersebut dimulai di bawah pemerintahan Bush dengan tujuan mengumpulkan informasi dari perusahaan-perusahaan teknologi besar di bawah payung hukun Section 702 of the Fisa Amendments Act. Slide NSA yang diperoleh oleh Edward Snowden berisi presentasi pengarahan yang mengatakan bahwa program mata-mata Prism diberikan akses ke berbagai data seperti email, chatting percakapan, panggilan suara, dokumen dan banyak lagi.

Sumber: The Guardian

Sumber Gambar: Yahoo