Yang Harus Dilakukan jika Di-Bully di Media Sosial (1)

bullying-office

Bullying semakin ramai di media sosial. Banyak pelaku bullying, sepertinya kompak untuk mem-bully seseorang meskipun tidak ada komando untuk melakukan hal tersebut. Kasus salah update status di Path yang dialami oleh Florence Sihombing baru-baru ini merupakan bukti, betapa ganasnya bullying di media sosial. Florence Sihombing di-bully hampir tanpa henti.

Kira-kira apa yang akan Anda dilakukan seandainya Anda yang di-bully di media sosial? Sebagian korban bullying mengambil jalan pintas, yaitu bunuh diri karena tidak tahan di-bully tanpa henti. Namun, langkah tersebut perlu dihindari karena berakibat fatal.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa diambil seandainya Anda di-bully di media sosial.

1. Laporkan

Melaporkan pelaku bullying merupakan tugas yang mungkin cukup sulit karena mungkin pelakunya sangat banyak. Namun Anda dapat memilih pelaku mana saja yang dilaporkan dengan melihat seberapa sering pelaku tertentu melakukan bullying. Perlu diingat, semua media sosial melarang bullying. Jadi anda punya alasan kuat untuk melaporkannya.

Untuk melaporkannya, ajukan keluhan anda ke media sosial di mana anda di-bully dengan cara menyertakan syarat dan ketentuan yang dilanggar serta print screen dari tweet atau foto atau komentar bullying untuk bukti.

2. Amankan

Jangan posting apapun di situs media sosial yang terkait dengan nama asli, alamat, sekolah, nomor telepon atau yang akan memungkinkan orang asing untuk menghubungi Anda dalam kehidupan nyata. Pastikan juga  Anda melakukan hal yang sama terhadap teman.

Jangan meng-upload sesuatu yang mungkin membuat Anda malu di kemudian hari (think before posting). Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi hal-hal yang Anda posting di internet sekarang bisa kembali menimbulkan masalah bagi Anda di kemudian hari, misalnya ketika Anda pergi untuk wawancara untuk kuliah atau pekerjaan.

Jangan lupa untuk log off jika Anda menggunakan komputer bersama di sekolah, di kafe internet atau perpustakaan. Jika anda tidak log off kemungkinan orang lain bisa masuk ke akun media sosial Anda dan kemudian melakukan tweet atau update status yang kemudian menjadi dasar bagi orang lain untuk melakukan bullying.

Anda mungkin perlu melindungi tweet yang anda lakukan. Di Twitter, Anda dapat memilih untuk melindungi tweet Anda sehingga orang hanya bisa mengikuti Anda jika Anda menyetujui terlebih dahulu. Selain itu, media sosial seperti Facebook dan Twitter memungkinkan Anda untuk mengirim lokasi Anda setiap kali Anda menge-tweet atau posting update status. Hal ini mungkin tampak seperti menyenangkan untuk teman-teman Anda tahu di mana Anda berada, tetapi juga dapat berarti bahwa orang yang tidak tahu akan melihat di mana Anda berada

Usahakanlah untuk selalu tidak menyertakan lokasi setiap kali melakukan tweet atau update status agar kemungkinan sesuatu terjadi di masa depan dapat membuat anda menjadi malu sehingga kemudian di-bully.

Bersambung ….

Sumber: Bullying UK