1 dari 3 Pengguna Smartphone Akui Kecanduan

day

Kecanduan smartphone bukanlah isu baru lagi. Dengan makin murahnya harga smartphone dan sekian banyak aplikasi yang dapat dimanfaatkan seperti media sosial dan chatting, kecanduan smartphone tinggal menunggu waktu. Fakta juga menunjukkan dengan segala sesuatu dapat dilakukan di smartphone, bukan sesuatu yang mengherankan banyak pengguna yang lebih rela lupa membawa dompet dibandingkan lupa membawa smartphone.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan di Amerika Serikat mengungkap fakta tentang kecanduan smartphone tersebut. Jajak pendapat terhadap 1.000 orang dewasa di AS pada tanggal 10-12 Oktober yang lalu mengungkapkan hampir sepertiga responden (28%) mengakui bahwa mereka kecanduan smartphone.

Sebesar 64% responden mengatakan mereka tidak kecanduan smartphone, sedangkan 9% lainnya mengatakan tidak yakin. Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa jumlah perempuan yang kecanduan smartphone lebih besar dibandingkan jumlah laki-laki.

Penggunaan obsesif smartphone belum diakui secara formal sebagai gangguan medis, meskipun psikiater di Singapura telah mendorong untuk memasukkannya ke klasifikasi tersebut. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang tidak memiliki smartphone mereka (tidak membawa smartphone) menjadi cemas, bukan hanya karena terpisah dari kontak online, tetapi juga takut kehilangan perangkat.

Ketika ditanya apakah tidak dapat menggunakan smartphone atau perangkat digital untuk sehari akan mengganggu, 10% mengatakan sangat mengganggu, 25% mengatakan sedikit menganggu dan 35 persen mengatakan sangat sedikit menganggu. Hanya 28% mengatakan tidak akan mengganggu sama sekali.

Sebesar 38% pemilik smartphone dilaporkan membawa smartphone atau perangkat digital lainnya di tempat tidur untuk tidur dengan mereka. Angka itu meningkat menjadi 41% bagi pengguna berusia antara 18 hingga 29 tahun.

Sumber: Huffington Post

Sumber Gambar: Daily Mail