Anak yang Mandiri Lebih Tahan terhadap Konten Berbahaya

child-and-mother-internet

Tidak diragukan lagi bahwa kini sangat banyak anak-anak muda yang menggunakan internet. Internet kini menjadi bagian yang penting dan tempat yang mengasyikkan bagi anak-anak terutama karena tersedianya banyak layanan yang membuat mereka senang. Namun, tentu orang tua khawatir dengan aktivitas anak di internet sehingga mereka pada usia tertentu perlu didampingi. Namun, mungkin orang tua tidak terus-menerus mendampingi mereka. Mereka perlu diberikan kepercayaan untuk mengelola sendiri layanan yang mereka gunakan atau mandiri agar mereka bisa lebih tahan banting terhadap konten berbahaya.

Penelitian terbaru menunjukkan anak muda yang mengatur sendiri penggunaan internet dan media sosial mereka lebih tahan banting terhadap konten yang berpotensi berbahaya atau tidak pantas secara online.

Peneliti dari University of Oxford Internet Institute (OII) menemukan bahwa memelihara ketahanan (terhadap konten berbahaya) pada anak muda sangat penting bagi perkembangan dan keterlibatan online mereka secara konstruktif.

Survei yang dilakukan peneliti terhadap lebih dari 2.000 anak-anak berusia 14 sampai 17 menemukan bahwa anak-anak muda yang mandiri mengatur penggunaan layana yang mereka pakai lebih cenderung menemukan peluang online, seperti belajar keterampilan baru, membangun dan memelihara ikatan sosial dan mengekspresikan dan mengembangkan identitas mereka.

Studi ini juga menemukan bahwa dukungan orang tua dan pembiaran yang positif memainkan peran kunci dalam menentukan bagaimana anak-anak muda mendekati dunia digital lebih kontekstual.

Anak-anak yang merasa orang tua menunjukkan cinta tanpa syarat dan dukungan, yang terlibat dalam kehidupan dan menghormati pilihan serta opini, paling mungkin untuk menjadi tangguh secara online, sedangkan anak-anak yang orang tuanya membatasi dan memantau penggunaan internet mungkin terlindungi lebih baik dari bahaya potensial, namun cenderung menjadi tidak tangguh.

Penelitian ini muncul enam tahun setelah penerbitan Byron Review yang bertujuan strategis untuk membuat internet tempat yang lebih aman untuk anak-anak dengan cara mengurangi ketersediaan konten berbahaya dan tidak patut online, membatasi akses ke konten berbahaya dan meningkatkan ketahanan anak terhadap konten yang mungkin mengenai mereka sehingga memiliki kepercayaan diri dan keterampilan untuk menavigasi dunia online dengan aman.

Hal yang dapat kita simpulkan dari penelitian di atas adalah pada titik tertentu, anak-anak perlu diawasi ketika mereka menggunakan internet. Cara ini akan menjauhkan mereka dari konten yang berbahaya dan tidak patut. Namun demikian, pada titik yang lain orang tua perlu membiarkan anak untuk mandiri mengelola kegiatan mereka di internet dan media sosial agar mereka bisa lebih kreatif untuk melindungi diri mereka.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: mumzworld.com