Awas Revenge Porn!

cyber-bullying_1928090b

Kemajuan internet dan media sosial bisa menjadi ajang untuk balas dendam porno atau biasa disebut revenge porn. Revenge porn adalah tindakan mengumbar foto-foto erotis (sexually explicit) mantan pasangan di internet dan atau media sosial. Aksi ini tentu saja bisa membuat malu mantan pasangan dan kadang digunakan untuk melakukan pemerasan.

Namun demikian, bagi mereka yang hendak melakukan revenge porn ini sehendaknya memperhatikan hukuman yang mungkin dikenakan, setidaknya di Inggris.

Crown Prosecution Service (CPS) Inggris mengancam pelaku yang melakukan revenge porn tersebut bisa dikenai kurungan 14 tahun penjara. Meskipun tidak menguraikan bentuk undang-undang baru yang akan menjerat pelaku revenge porn tersebut, tetapi CPS memberikan panduan kepada pengacara tentang bagaimana untuk membawa kasus tersebut ke pengadilan.

Tentunya panduan yang diberikan oleh CPS ini bisa membuat lega dan hukuman yang dikenakan juga cukup berat. Mengingat kini media sosial merupakan ajang berinteraksi sebagian pengguna internet, tentu saja bila ada yang melakukan revenge porn di media sosial akan sangat menghina korban.

Perlu diketahui, gambar eksplisit (sexually explicit)  sering disertai dengan informasi pribadi, termasuk nama orang, alamat, dan link ke profil media sosial. Hal ini tentu akan membuat malu korban dan merupakan penghinaan.

CPS menguraikan jenis aturan hukum di mana pelaku revenge porn bisa dituntut dan yang paling serius adalah aturan hukum perlindungan anak dan pelanggaran seksual yang pelakunya bisa diganjar 14 tahun penjara. Namun di Indonesia sendiri mungkin belum ada aturan semacam ini sehingga mereka yang melakukan foto erotis untuk pasangan di saat masih berhubungan mungkin tidak akan terlindungi.

Untuk itu, ada baiknya, jika Anda tengah berhubungan (pacaran) dengan seseorang untuk tidak berlaku aneh-aneh dan melayani permintaan foto erotis pasangan Anda jika Anda tidak mau terkena balas dendam porno atau revenge porn.

Sumber: NBC

Sumber Gambar: Telegraph