Bad Mood? Cari Pembenaran di Facebook

facebook-front_179_2232542b

Perilaku pengguna media sosial, seperti Facebook beraneka ragam. Baru-baru ini para peneliti menemukan perilaku pengguna media sosial seperti Facebook yang sedang dalam suasana hati buruk (bad mood) yang cenderung mencari pengguna lain yang kondisinya lebih jelek dibandingkan dengan mereka.

Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah ketika orang berada dalam suasana hati yang buruk, mereka lebih mungkin untuk aktif mencari di situs jejaring sosial seperti Facebook untuk mencari teman-teman yang suasana hatinya lebih buruk daripada mereka. Artinya, ketika seorang pengguna Facebook dalam suasana hati yang buruk, ia cenderung untuk mencari profil pengguna yang kondisi hatinya lebih buruk dibandingkan dengan dirinya.

Peneliti juga menemukan bahwa secara umum, orang menggunakan media sosial untuk berhubungan dengan orang-orang yang mem-posting update positif yang berorientasi pada keberhasilan. Akan tetapi, ketika orang berada dalam suasana hati yang negatif, mereka mulai menunjukkan minat lebih kepada orang yang kurang menarik dan kurang berhasil di situs media sosial yang mereka gunakan.

Temuan ini memberikan lebih banyak konteks terhadap studi baru sebelumnya yang menemukan orang-orang yang menghabiskan banyak waktu di Facebook cenderung lebih frustrasi, marah, dan kesepian karena semua update bahagia dan sukses dari teman yang membuat mereka merasa tidak mampu.

Secara umum, kebanyakan dari kita mencari hal positif di situs media sosial, tetapi ketika merasa kurang bagus mood-nya, kita akan mencari orang di Facebook yang mengalami hari yang buruk atau yang tidak baik dalam menampilkan diri mereka di Facebook hanya untuk membuat diri kita merasa lebih baik. Dalam kalimat lain, pengguna Facebook cenderung membenarkan diri mereka sendiri termasuk ketika mengalami suasana hati yang buruk dengan mencari pembenaran atau pembanding di Facebook, yaitu orang-orang yang lebih buruk suasana hatinya atau mereka yang tidak bagus menampilkan diri mereka di Facebook.

Sumber: The Ohio State University via Huffingtonpost