Bank Korban Berikutnya Serangan Cyber

130909182437-bank-hacker-620xa

Bila Anda membayangkan perampokan bank, skenario manakah yang mungkin Anda pikirkan? Mungkinkah aksi perampok bank yang banyak dimunculkan di film-film Hollywood?

Dengan kemajuan teknologi saat ini, perampokan bank seperti skenario di atas mungkin terlalu biasa karena ada kecenderungan adanya seorang hacker yang bekerja di dalam gelap dan merampok bank dengan cara memasuki jaringan perbankan tersebut.

Banyak orang yang percaya bahwa serangan cybersecurity merupakan skandal perbankan besar berikutnya yang perlu diperhatikan. Kekhawatiran utama terhadap cybersecurity tersebut karena data keuangan nasabah yang sensitif bisa dikompromikan dalam skala luas atau hacker bisa mematikan sistem keuangan.

Dunia perbankan, sebagaimana perusahaan lainnya bergerak ke arah layanan berbasis internet dan penyimpanan data online. Hal ini membuat risiko serangan yang mencoba untuk menyusup ke sistem akan meningkat. Akibatnya, pengeluaran untuk cybersecurity bank meningkat dengan cepat.

Kepala eksekutif JP Morgan Jamie Dimon berjanji untuk menggandakan belanja cybersecurity selama lima tahun ke depan, setelah banknya mengalami kebocoran sehingga informasi 83 juta pelanggan dan usaha kecil dikompromikan.

Individu pembuat onar, kelompok aktivis, organisasi kriminal yang canggih dan negara-negara nakal semua menargetkan lembaga keuangan terbesar di dunia dalam upaya untuk mencuri data pelanggan, mengganggu layanan atau menyebabkan malapetaka.

Cybercrime memaksa perusahaan dari semua ukuran di hampir setiap sektor untuk mengambil bagian, namun demikian  posisi industri keuangan di jantung ekonomi dunia membuatnya menjadi target yang lebih menarik. Serangan mengalami peningkatan karena jumlah koneksi digital antara bank meningkat berkali lipat serta nasabah dan pihak ketiga menyediakan titik lemah baru bagi hackeryang bisa mereka manfaatkannya untuk melakukan serangan cyber.

Ini artinya institusi keuangan seperti bank memang berada di depan dalam urusan risiko serang cyber. Tidak hanya jumlah uang yang menarik, tetapi juga terkadang hacker punya motivasi lain dalam melakukan serangan terhadap institusi keuangan tersebut yang bisa saja dinilai absurd seperti menolong orang miskin dari perbankan yang menjerat.

Untuk itu, sudah seharusnya bank makin bersiap terhadap kemungkinan serangan cyber tersebut. Belanja di cybersecurity mau tidak mau harus ditingkatkan agar bisa meminimalisasi serangan cyber.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: CNN