Cara Situs Internet Memata-matai Pengguna

Girl using Facebook

Situs internet memiliki catatan tersendiri tentang pengguna yang berkunjung ke situs tersebut. Catatan tersebut berguna untuk mengetahui perilaku atau kebiasaan pengguna berselancar di internet. Pertanyaannya bagaimana cara situs tersebut mengetahui apa yang dilakukan oleh pengguna?

Biasanya, setiap kali pengguna mengunjungi sebuah situs tertentu, file teks kecil akan ditempatkan dalam folder di komputer pengguna. Teks kecil ini disebut cookies yang merupakan log kapan anda mengunjungi situs tersebut.

Cookie dirancang untuk mengingat item dalam troli belanja online, password, dan preferensi Anda seperti bahasa dan zona waktu dan sebagainya. Cookie membuat situs yang digunakan pengguna lebih cepat, lebih sederhana dan lebih menyenangkan. Tanpa cookie, misalnya, situs perbankan online akan membuat pengguna log off saat mereka browsing  menggunakan akun mereka.

Cookie juga memungkinkan perusahaan membangun gambaran tentang siapa pengguna dan apa yang pengguna ingin lakukan dan menciptakan riwayat browsing secara rinci. Informasi ini sangat dihargai oleh pemasang iklan yang menggunakannya untuk menargetkan pengguna dengan iklan. Misalnya, Anda mencari satu set anting-anting di Google. Beberapa menit kemudian, di situs web lain, Anda mungkin menemukan ada iklan untuk produk tersebut atau yang serupa.

Pertanyaannya, apakah cookie melanggar privasi? Pada bulan Mei 2012, Uni Eropa mulai memberlakukan undang-undang yang mengharuskan pengguna internet untuk opt in sebelum cookie dibuat. Ini artinya, di browser ada pilihan apakah pengguna mau menerima cookie atau sebaliknya.

Namun demikian, pengguna sebenarnya dapat menonaktifkan cookie sama sekali apa pun browser yang dipakai, apakah Internet Explorer, Firefox, Google Chrome dan sebagainya. Pengguna juga dapat menghapus cookie yang telah ditinggalkan di komputer pengguna. Hati-hati bahwa menghapus cookie bisa membuat sulit dalam menggunakan beberapa situs  dan Anda mungkin kehilangan rincian login Anda.

Situs-situs media sosial lebih canggih dalam memata-matai pengguna. Tidak hanya cookie, tetapi juga dari profil yang diisikan oleh pengguna, seperti alamat, nomor telepon, agama, ras dan banyak lainnya. Gambaran tentang pengguna kemudian dibangun untuk menampilkan iklan tetarget.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: The Guardian