Enkripsi Mengancam Perang terhadap Eksploitasi Anak

enc

Perusahaan teknologi seperti Apple dan Google mengambil langkah penting beberapa waktu yang lalu. Apple dalam software terbaru mereka, iOS 8 memperkenalkan enkripsi secara default sehingga informasi yang ada di perangkat tidak bisa diakses oleh orang lain. Demikian juga Google yang melakukan hal yang sama pada seri Android terbaru, yaitu Android L.

Peningkatan privasi oleh dua raksasa teknologi ini mendapat kritikan dari Jaksa Agung Amerika Serikat, Eric Holder. Ia beranggapan bahwa peningkatan privasi tersebut memiliki dampak buruk terhadap usaha memerangi eksploitasi anak di internet.  Ia khawatir bahwa upaya perusahaan teknologi untuk meningkatkan perlindungan privasi bisa menggagalkan upaya untuk menindak pelaku eksploitasi anak.

Holder memperingatkan bahwa teknologi enkripsi dan privasi lainnya digunakan oleh predator seksual untuk menciptakan lebih banyak kesempatan untuk menarik rasa percaya anak-anak untuk berbagi gambar eksplisit diri mereka sendiri.

Ia menambahkan bahwa kemajuan teknologi memiliki potensi untuk lebih memberanikan penjahat online, memberikan mereka metode baru untuk untuk menghindari pendeteksian.

Ketika seorang anak berada dalam bahaya, penegak hukum harus mampu mengambil setiap langkah hukum yang tersedia untuk secara cepat menemukan dan melindungi anak serta untuk menghentikan orang-orang yang menyalahgunakan anak-anak. Ia khawatir dengan peningkatan privasi yang diberikan oleh perusahaan teknologi bisa  menggagalkan kemampuan penegak hukum untuk melakukan tindakan tersebut.

Holder mengatakan pelaku kejahatan terhadap anak menggunakan penyimpanan cloud untuk menyimpan puluhan ribu gambar dan video serta untuk mengakses file-file tersebut kapan saja dan di mana saja di dunia. Mereka banyak memanfaatkan enkripsi dan teknologi anonim untuk menyembunyikan bahan selundupan dan menyamarkan lokasi mereka.

Tidak dipungkiri bahwa usaha Google dan Apple tersebut sangat bermanfaat bagi privasi pengguna setelah bocornya aksi mata-mata yang dilakukan oleh NSA. Dari sisi pengguna biasa, peningkatan privasi dengan enkripsi secara default ini akan membatasi akses orang lain terhadap apa yang mereka lakukan di perangkat. Namun, di sisi lain, upaya perang terhadap eksploitasi anak mungkin akan terpengaruh mengingat para pelaku kejahatan tersebut semakin pintar dalam melakukan aksinya.

Enkripsi akan memudahkan penjahat anak untuk tidak bisa terdeteksi oleh penegak hukum karena hanya dirinyalah yang memiliki akses sehingga sulit bagi penegak hukum untuk menindak mereka.

Sumber: The Guardian

Sumber Gambar: Life Hacker