Fakta tentang Pelecehan Online

istock_000014191528small

Pelecehan online makin sering terjadi. Mulai dari yang ringan hingga yang berat seperti pelecehan seksual online. Data dari Pew Research baru-baru ini memperlihatkan tren bahwa makin banyak pengguna internet yang mengalami pelecehan online.

Pew Research menanyakan kepada responden tentang enam bentuk yang berbeda dari pelecehan online. Mereka yang menyaksikan pelecehan online mengatakan mereka telah melihat setidaknya salah satu dari bentuk pelecehan secara online berikut ini terjadi kepada orang lain.

  1. 60% dari pengguna internet mengatakan mereka telah menyaksikan seseorang yang disebut namanya secara ofensif.
  2.  53% telah melihat upaya sengaja untuk mempermalukan seseorang.
  3.  25% telah melihat seseorang yang secara fisik terancam.
  4. 24% menyaksikan seseorang dilecehkan untuk jangka waktu yang panjang dan berkelanjutan .
  5. 19% mengatakan mereka menyaksikan seseorang dilecehkan secara seksual.
  6. 18% mengatakan mereka telah melihat seseorang mengintai atau stalking.

Mereka yang pernah mengalami pelecehan secara online secara pribadi mengatakan mereka menjadi target setidaknya satu dari perilaku online berikut ini.

  1. 27% dari pengguna internet mengalami namanya disebut secara nama ofensif.
  2. 22% mengalami seseorang mencoba untuk sengaja mempermalukan dirinya.
  3. 8% telah diancam secara fisik
  4. 8% telah diintai.
  5. 7% telah dilecehkan selama periode yang berkelanjutan.
  6. 6% telah dilecehkan secara seksual

Dalam tren yang luas, data menunjukkan bahwa laki-laki lebih mungkin mengalami penyebutan nama secara ofensif dan dipermalukan, sedangkan perempuan muda sangat rentan terhadap pelecehan seksual dan penguntitan/stalking. Media sosial adalah media yang paling umum yang digunakan untuk melakukan pelecehan online dari kedua jenis pelecehan tersebut, meskipun laki-laki menyoroti game online dan bagian komentar merupakan media  lain tempat mereka biasanya mengalami pelecehan.

Kelompok dewasa muda atau mereka yang berusia 18-29 tahun lebih mungkin mengalami pelecehan online  dibandingkan kelompok demografis lainnya. 65% dari pengguna seluruh pengguna internet usia muda telah menjadi target dari setidaknya satu dari enam elemen pelecehan.

Remaja putri atau mereka yang berusia 18-24 tahun mengalami jenis pelecehan berat tertentu  dengan tingkat sangat tinggi, yaitu 26% dari telah diintai secara online dan 25% menjadi target pelecehan seksual secara online. Selain itu, mereka tidak luput dari ancaman fisik dan pelecehan berkelanjutan.

Sumber:  Pew Research