Kemampuan yang Hilang karena Teknologi

130724121711-handwriting-story-top

Tidak dipungkiri teknologi umumnya membuat hidup kita menjadi lebih mudah. Namun demikian, pada beberapa segi kemampuan dasar, sangat disayangkan kemampuan dasar tersebut lama-kelamaan terkikis dan menjadi hilang sama sekali. Contohlah, setelah bertahun-tahun menggunakan smartphone kemampuan menulis tangan menjadi hilang. Banyak orang mengeluh tulisan tangan mereka menjadi sedemikian jelek karena hampir tidak pernah lagi melakukannya.

Contoh di atas, merupakan salah satu kemampuan dasar yang hilang karena teknologi. Berikut ini beberapa kemampuan dasar lain yang hilang karena teknologi.

1. Navigasi Manual

Ketika melakukan perjalanan mungkin sangat sedikit orang yang membeli peta atau petunjuk arah menuju suatu tempat tertentu. Kini banyak orang bergantung kepada navigasi digital seperti peta digital melalui aplikasi Google Maps atau Waze.

Karena kemudahan dalam menggunakannya, pengguna sangat mudah untuk kecanduan navigasi turn by turn navigasi digital tersebut. Aplikasi navigasi tersebut tidak hanya membimbing Anda melalui kota, juga membantu Anda menghindari kemacetan lalu lintas dan menemukan rute lebih cepat. Hal ini sangat membantu, terutama jika Anda tinggal di kota di mana lalu lintas adalah masalah yang sangat krusial.

Akan tetapi  ketergantungan yang tinggi terhadap navigasi digital tersebut memiliki kekurangannya sendiri. Hal yang paling jelas adalah ketika baterai gadget mati dan Anda terdampar di suatu tempat. Anda mungkin juga kehilangan koneksi data di tempat antah-berantah atau aplikasi navigasi telah membuat Anda tersesat. Hal ini akan sangat membuat khawatir dan mungkin Anda tidak tahu harus berbuat apa. Padahal jika Anda menggunakan alat navigasi manual berupa peta manual atau kompas, mungkin Anda akan lebih lega.

2. Menghapal Nama atau Nomor Telepon

Sangat banyak pengguna yang mengandalkan ingatan terhadap nomor telepon tertentu pada phonebook yang ada di perangkat seperti smartphone. Namun ketika perangkat ini mati, mereka kebingungan jika harus menghubungi nomor tertentu yang penting dan harus pada waktu itu juga. Teknologi telah membuat ingatan manusia menjadi pendek karena terlalu bergantung kepada teknologi tersebut.

Contoh lain, banyak pengguna yang ketika men-tag seseorang di media sosial seperti Facebook atau Twitter yang terbantu dengan tag nama otomatis yang dimunculkan oleh teknologi yang ada di media sosial tersebut. Namun sayangnya, fitur tersebut menumpulkan ingatan karena manusia tidak terbiasa menghapal akun yang akan di-tag, tetapi menyerah kepada bantuan teknologi.

3. Berkomunikasi dengan Orang Lain (Asing)

Bila karena suatu kebutuhan tertentu, kita mau tidak mau harus berbicara dengan orang asing, tetapi saat ini sangat mudah untuk mengabaikan siapa saja yang ada di dunia. Banyak orang bahkan menolak untuk berbicara dengan kasir untuk mengetahui harga barang tertentu, lalu kemudian menggunakan teknologi untuk mengetahuinya.

Padahal berinteraksi dengan orang lain atau asing memiliki banyak manfaat. Mengenal tetangga Anda misalnya, dapat memengaruhi kesehatan, meningkatkan mood di perjalanan, dan memperluas pandangan dunia Anda.

Teknologi smartphone telah membuat banyak orang memiliki hiburan di saku. Alih-alih mencari dan berbicara santai dengan orang di sebelah Anda, Anda malah memilih untuk bermain game di ponsel, memeriksa Twitter, atau membersihkan email Anda. Rasanya hal tersebut lebih produktif, namun hal demikian mengabaikan kebutuhan dasar manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain.

4. Kemampuan Matematika Sederhana

Kini sangat banyak orang yang mengandalkan kalkulator yang anehnya tidak perlu dalam bentuk kalkulator yang sebelumnya dikenal. Kini kalkulator sudah tersedia di smartphone atau tablet menjadikan manusia bergantung kepada alat tersebut bahkan untuk hitungan matematika yang sederhana.

Sumber: Diolah dari Life Hacker

Sumber Gambar: CNN