Link yang Dihapus atau Tidak Dihapus di Bawah Hak Untuk Dilupakan

right-to-be-forgotten

Hak Untuk Dilupakan atau The Right To Be Forgotten yang diperoleh warga Eropa dari bulan Mei yang lalu mulai menunjukkan dampak yang cukup signifikan bagi Google. Dengan hak ini sekitar 500 juta pengguna internet di Eropa bisa meminta Google untuk menghapus link tertentu yang sudah tidak layak atau karena alasan lain.

Google menanggapi permintan warga Eropa ini dengan merilis Tranparency Report beberapa waktu yang lalu. Dalam laporan yang cukup detail tersebut Google menerangkan apa saja permintaan warga Eropa di bawah undang-undang Untuk Dilupakan tersebut. Google memberikan penjelasan tentang link yang dihapus dan yang tidak dihapus per asal negara yang meminta hal tersebut.

1. Inggris

Seorang profesional media meminta Google menghapus 4 link ke artikel memalukan yang ia diposting ke Internet. Google tidak menghapus linkn ke halaman dari hasil pencarian.

Seseorang meminta Google untuk menghapus link ke artikel di internet yang merupakan referensi atas pemecatannya karena kejahatan seksual yang ia lakukan dalam pekerjaan. Google tidak menghapus link dari hasil pencarian.

Seorang dokter meminta Google menghapus lebih dari 50 link ke artikel surat kabar tentang prosedur yang gagal. Tiga halaman dari permintaan berisi informasi pribadi tentang dokter tersebut, tetapi tidak menyebutkan apa prosedur yang akan dihapus dari hasil pencarian untuk namanya. Semua link  mengenai insiden tersebut tetap dalam hasil pencarian (tidak dihapus).

Seorang pria meminta Google menghapus link ke ringkasan keputusan seorang hakim lokal atas vonis bersalah pria tersebut. Di bawah UK Rehabilitation of Offenders Act, vonis bersalah tersebut sudah dijalani. Halaman hasil pencarian telah dihapus  untuk namanya.

Seorang pejabat publik meminta Google untuk menghapus link ke petisi organisasi siswa yang menuntut pemindahannya. Google tidak menghapus halaman tersebut dari hasil pencarian.

Permintaan dari mantan pendeta untuk menghapus 2 link ke artikel yang meliputi penyelidikan atas tuduhan pelecehan seksual sementara dalam kapasitas profesionalnya sebagai pendeta. Google tidak menghapus halaman dari hasil pencarian.

2. Italia
Seorang wanita meminta Google menghapus artikel berusia puluhan tahun tentang pembunuhan suaminya, yang di dalamnya disebutkan namanya. Halaman tersebuttelah dihapus dari hasil pencarian.

Beberapa permintaan dari satu individu yang meminta Google untuk menghapus 20 link ke artikel terbaru tentang penangkapannya karena kejahatan keuangan yang dilakukan dalam kapasitasnya sebagai profesional. Google tidak menghapus halaman tersebut dari hasil pencarian.

Sebuah permintaan dari korban kejahatan untuk menghapus 3 link yang membahas kejahatan yang terjadi beberapa dekade lalu. Halaman-halaman tersebut telah dihapus dari hasil pencarian untuk namanya.

Sebuah permintaan untuk menghapus link ke halaman gambar diposting sendiri dan kemudian di-posting ulang. Halaman ini telah dihapus dari hasil pencarian untuk namanya.

3. Swiss

Seorang profesional keuangan meminta Google untuk menghapus lebih dari 10 link ke halaman melaporkan penangkapan dan hukuman atas kejahatan keuangan yang dilakukannya. Google tidak menghapus halaman tersebut dari hasil pencarian.

4. Jerman
Seorang korban perkosaan meminta Google untuk menghapus link ke sebuah artikel koran tentang kejahatan perkosaan tersebut. Halaman ini telah dihapus dari hasil pencarian untuk nama individu tersebut.

Seorang individu meminta Google menghapus hampir 50 link ke artikel tentang pertukaran pribadi yang memalukan yang terebar ke publik. Halaman-halaman tersebut telah dihapus dari hasil pencarian untuk namanya.

Seorang individu meminta Google untuk menghapus link ke sebuah artikel yang mencakup sebuah kontes di mana ia berpartisipasi sebagai anak di bawah umur. Halaman ini telah dihapus dari hasil pencarian untuk namanya.

Dari uraian di atas sangat banyak link yang telah dihapus Google di bawah Undang-undang Hak Untuk Dilupakan. Dapat dipastikan bahwa di bawah undang-undang ini Google akan semakin sibuk untuk mengurusi sedemikian banyak permintaan dari pengguna internet Eropa.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: scottdylan.co.uk