Perusahaan Berjanji untuk Melindungi Privasi Siswa

classroom_10

Salah satu hal yang menjadi sorotan terhadap program digital classroom adalah privasi siswa. Banyak orang tua khawatir (bahkan di Amerika Serikat) perusahaan akan memanfaatkan data siswa untuk tujuan komersial seperti iklan tetarget dan jual-beli data pengguna.

Kekhawatiran tersebut mungkin bisa sedikit dikurangi setelah empatbelas perusahaan antara lain Microsoft dan perusahaan lain yang menyediakan teknologi dan layanan pendidikan untuk sekolah-sekolah di AS berjanji untuk melindungi data tersebut. Microsoft dan tigabelas perusahaan tersebut membuat sebuah akta perjanjian yang pada dasarnya akan melindungi data siswa mulai dari TK hingga kelas 12 (K-12). Janji tersebut juga mungkin suatu usaha untuk mengusulkan regulasi mandiri sebagai alternatif untuk undang-undang federal lebih ketat.

Janji yang dibuat perusahaan tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Tidak menjual informasi pribadi siswa.
  2. Tidak menggunakan atau mengungkapkan informasi siswa yang dikumpulkan melalui layanan pendidikan/sekolah (apakah informasi pribadi atau sebaliknya) untuk penargetan iklan kepada siswa.
  3. Tidak membangun profil pribadi siswa selain untuk mendukung tujuan pendidikan/sekolah resmi atau sebagaimana diizinkan oleh orang tua/ siswa.
  4. Tidak membuat perubahan penting terhadap kebijakan privasi tanpa terlebih dahulu memberikan pemberitahuan yang jelas kepada pemegang akun, yaitu  instansi pendidikan/lembaga, atau orang tua/siswa ketika informasi dikumpulkan langsung dari siswa dengan persetujuan siswa.
  5. Tidak menyimpan informasi pribadi siswa di luar periode waktu yang diperlukan untuk mendukung tujuan pendidikan/sekolah dasar atau sebagaimana diizinkan oleh orang tua /siswa.

Bila kita lihat sebagian janji perusahaan tersebut cukup melindungi privasi siswa. Hal ini sebuah kemajuan yang patut disyukuri terkait dengan makin maraknya digital classroom. Berdasarkan janji yang telah dibuat tersebut, orang tua bisa lebih nyaman untuk membiarkan anak mereka mengikuti digital classroom tanpa khawatir privasi dan data anak mereka diperjualbelikan atau dijadikan sasaran iklan.

Namun janji tentu belum jaminan. Artinya janji tersebut bisa saja dilanggar sehingga orang tua tetap harus khawatir dengan digital classroom tersebut. Semoga nanti jika digital classroom sudah terlaksana di Indonesia, siswa memperoleh perlakuan yang sama dari perusahaan yang bergerak dalam menyediakan teknologi dan layanan pendidikan untuk sekolah-sekolah.

Sumber: Student Privacy Pledge