Sexting Hal yang Makin Wajar Dilakukan Remaja

sexting1

Kemajuan perangkat bergerak yang terkoneksi internet, terutama smartphone dan tablet melahirkan perilaku baru, terutama di kalangan remaja. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Texas menunjukkan perilaku sexting (mengirimkan gambar/foto sexually explicit secara elektronik dari satu remaja ke remaja lainnya) merupakan perilaku yang makin biasa atau wajar dilakukan oleh remaja. Sebelumnya, beberapa bulan yang lalu, studi yang sama di Australia juga menemukan kecenderungan yang sama.

Dalam studi tersebut, para peneliti di University of Texas mendalami kebiasaan sexting kelompok etnis yang beragam  lebih dari 1.000 siswa SMA. Studi ini adalah yang pertama untuk menganalisis hubungan antara sexting remaja dan aktivitas seksual di masa depan.

Sekitar satu dari empat remaja yang melakukan sexting terkait kuat dengan peningkatan aktivitas seksual. Peneliti menemukan remaja yang telah melakukan sexted lebih dari tujuh kali lebih mungkin terlibat dalam hubungan seksual dibandingkan rekan-rekan mereka yang tidak melakukan sexting.

Menurut para peneliti  mereka tidak menemukan hubungan antara sexting dengan perilaku seksual berisiko dari waktu ke waktu sehingga mungkin saja sexting  merupakan bagian normal baru perkembangan seksual remaja, bukan hanya terbatas pada remaja berisiko.

Selanjutnya peneliti mengemukakan bahwa ada kemungkinan sexting sebagai cara untuk memperkenalkan seks dalam hubungan remaja atau mungkin karena melakukan hubungan seksual menyebabkan meningkatnya tingkat kenyamanan dalam berbagi gambar sexually explicit.

Perilaku sexting ini sudah seharusnya diawasi oleh orang tua. Dengan berbagai perangkat mobile yang tersedia saat ini, bukan tidak mungkin sebenarnya perilaku sexting ini sudah banyak dilakukan remaja. Hal yang dikhawatirkan adalah ketika orang tua hanya bisa kaget ketika menemukan anaknya sangat aktif dalam melakukan sexting yang akhirnya berujung kepada hubungan seksual.

Sumber: Chicago Tribune

Sumber Gambar: west-info.eu