Situs Konten Bajakan Makin Sulit Muncul di Hasil Pencarian

Piracy

Konten bajakan masih menjadi masalah besar di internet. Banyak sekali pelaku industri kreatif seperti pemusik, pencipta lagu, pemain film dan rumah produksi film merasa dirugikan dengan mudahnya pengguna internet menemukan konten bajakan dari hasil karya mereka di internet melalui fitur pencarian di mesin pencari Google. Google bukannya tidak mendengar hal ini dan pada tahun 2012 yang lalu berjanji akan melakukan tweak sehingga situs terkenal yang menampilkan konten bajakan tersebut tidak muncul di hasil pencarian.

Sayangnya setelah hampir dua tahun, janji untuk melakukan tweak tersebut mungkin baru akan dilakukan Google. Namun langkah Google tersebut tetap harus diapreasiasi karena dengan melakukannya situ-situs terkenal yang memajang konten bajakan tidak lagi muncul dihasil pencarian.

Hal ini diungkapkan oleh Katherine Oyama yang menangani masalah hak cipta di Google beberapa waktu yang lalu. Menurutnya, Google akan melakukan downrank (melakukan penurunan rank) terhadap situs yang menerima sejumlah besar pemberitahuan DMCA yang valid. Saat ini Google telah menyempurnakan sinyal (cara Google untuk menyaring situs) yang akan mampu   memengaruhi peringkat dari beberapa situs paling terkenal. Pembaruan tersebut telah berlaku secara global mulai minggu ini.

Oyama tidak memberikan rincian tentang situs mana yang sedang diturunkan, atau seberapa banyak penurunan akan memengaruhi peringkat mereka dalam hasil pencarian. Oyama juga mengatakan bahwa Google telah menguji format iklan baru yang menampilkan link ke layanan musik dan video digital yang legal ketika orang mencari menggunakan kata kunci termasuk download, free dan watch dan menghapus kata kunci dari fitur autocomplete jika kata kunci tersebut  menghasilkan hasil pencarian situs yang banyak diturunkan oleh DMCA.

Pemberitahuan DMCA adalah kunci untuk semua ini karena mereka akan mengirimkan permintaan pencopotan yang diminta oleh pemegang hak cipta (atau perusahaan antipembajakan yang bertindak atas nama mereka) ke Google.

Pada 2013 yang lalu, Google menerima lebih dari 224 juta permintaan DMCA untuk hasil pencarian. Rata-rata waktu yang diambil untuk menangani permintaan ini kurang dari enam jam.

Dengan adanya tweak dari Google ini, para pemegang hak cipta bisa sedikit gembira karena situs-situs terkenal yang memajang konten bajakan akan diturunkan dari hasil pencarian terutama pada halaman pertama hasil pencarian. Selain itu, Google juga mengarahkan hasil pencarian dengan merilis bentuk iklan baru yang akan terhubung dengan situs legal dan resmi untuk melakukan download konten.

Dengan tweak ini tentu konten bajakan tidak terlalu menonjol lagi di hasil pencarian. Situs-situs yang mengandung konten bajakan dan menerima permintaan pencopotan dari DMCA dengan sendirinya tidak akan terlihat lagi di hasil pencarian.

Sumber: The Guardian

Sumber Gambar: vr-zone.net