53 Juta Alamat E-mail Pelanggan Home Depot Dicuri

640_cyber-crime

 

Sepanjang tahun 2014, sudah sangat banyak serangan cyber yang terjadi. Namun, tampaknya serangan tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda berkurang. Salah satu serangan terbaru adalah yang menimpa Home Depot di Amerika Serikat. Serangan cyber tersebut mengakibatkan 53 juta alamat email pelanggan Home Depot dicuri. Serangan cyber terhadap Home Depot tersebut disebut-sebut sebagai salah satu pencurian data terbesar yang pernah terjadi.

Dalam melakukan aksinya, hacker menggunakan user name dan dan password vendor pihak ketiga untuk masuk ke jaringan komputer bagian perbaikan rumah. Sebelumnya, pada awal tahun 2014 yang lalu Home Depot telah mengakui bahwa data kartu kredit pelanggan juga dicuri dalam jumlah besar.

Dalam serangan kali ini, informasi email dicuri tidak mengandung password atau informasi pribadi yang sensitif. Namun demikian, hacker bisa mengirimkan pesan palsu (karena telah mencuri alamat email) untuk mengelabui orang lain sehingga bisa membocorkan data mereka atau yang biasa disebut dengan phishing.

Oleh karena itu, pelanggan Home Depot harus waspada terhadap penipuan phishing yang dirancang untuk mengelabui pelanggan karena menanggapi email palsu.

Serangan terhadap Home Depot ini menunjukkan betapa rapuhnya sistem keamanan suatu layanan sehingga bisa dengan mudah dieksploitasi oleh hacker. Hal ini tentu sangat merugikan pelanggan karena data-data mereka ada pada sistem layanan tersebut.

Mengingat hal ini bukan lagi serangan yang biasa karena memengaruhi sekian juta pelanggan, sudah saatnya layanan yang menyimpan data-data sensitif pelanggan memperbaikin sistem keamanan mereka. Jika tidak peristiwa serangan cyber dengan skala besar akan terus terjadi dan yang paling dirugikan tentunya adalah pelanggan.

Sumber: The Telegraph