7 Langkah Digital Parenting yang Baik

parents-snooping-online

 

Harus diakui betapa sulitnya menjadi orang tua di zaman digital seperti sekarang ini. Anak-anak yang belum berusia tiga tahun sudah memegang smartphone atau tablet. Orang tua pun cenderung memberikan begitu saja perangkat digital bergerak tanpa tahu risiko yang menghantui anak mereka.

Sedemikian banyak keputusan tentang perangkat, perangkat lunak, aplikasi dan game harus dibuat dan di usia pengguna yang semakin muda. Amazon dan produsen lainnya telah menciptakan tablet untuk anak-anak pra sekolah dan banyak orang tua membeli ponsel pintar untuk anak TK.  Semua ini sebelum mereka telah mencapai tahun pertama di sekolah dasar dan menengah.

Ketika anak memasuki masa remaja, datanglah serangan situs media sosial mulai dari Facebook,  Instagram, Twitter dan aplikasi anonim seperti Ask.fm, Secret dan YikYak. Isu-isu penting muncul mulai dari sexting dan cyberbullying  yang menghabiskan banyak waktu online anak.

Apa yang harus dilakukan orang tua?

1. Bicaralah dengan Anak

Kedengarannya sederhana, tetapi hal nomor satu sebagai indikator digital parenting yang baik adalah menjaga jalur komunikasi yang terbuka dengan anak-anak. Bicara lebih awal dan sering dengan anak. Ciptakan sebuah dialog yang berkelanjutan yang akan bergerak dan bergeser sesuai dengan tahap perkembangan penting anak. Tetap tenang. Jadilah terbuka dan langsung, serta teruslah berbicara dengan anak Anda.

2. Mendidik Diri Sendiri

Didik diri Anda untuk menguasai hal-hal yang dikuasai oleh anak. Cari dan belajarlah menguasainya sehingga anda tahu manfaat dan kekurang suatu aplikasi atau teknologi tertentu hingga bisa menjelaskan kepada anak anda baik-buruknya aplikasi atau teknologi tersebut. Ketika anak menggunakan aplikasi yang sebelumnya telah Anda kuasai, Anda dapat menerangkan kepadanya, berkolaborasi dengannya atau bahkan saling memberikan komentar.

3. Gunakan Parental Control

Semua sistem operasi utama, mesin pencari, provider ponsel dan platform game menyediakan parental control gratis atau murah untuk membantu Anda mengelola pengalaman online anak-anak Anda.

4. Tentukan Aturan dan Terapkan Sanksi

Banyak orang tua tidak tahu di mana untuk memulai dalam menciptakan aturan untuk anak-anak ketika mereka menggunakan perangkat digital. Untuk itu, Anda bisa memulainya dengan yang sederhana, misalnya tidak boleh menggunakan perangkat saat makan malam dan menyerahkan ponsel mereka di malam hari. Setelah Anda menetapkan aturan, aturan tersebut harus ditegakkan dan bila anak melanggar harus dikenakan sanksi.

5. Temani dan Ikuti, tetapi Jangan Stalking

Ketika anak remaja Anda membuka akun Facebook-nya pada usia 13, pastikan orang tua adalah teman pertamanya. Ikuti anak-anak Anda di Twitter dan YouTube. Jangan berlebihan dengan meninggalkan komentar setiap hari. Ada baiknya untuk tetap dekat dengan anak remaja Anda ketika ia membuka langkah pertamanya ke dunia media sosial. Namun, jangan tergoda untuk memata-matai anak-anak Anda. Berbicaralah, bukan menguntit untuk membangun kepercayaan. Berikan remaja Anda ruang untuk bereksperimen, untuk mengambil risiko sehat dan membangun ketahanan dirinya.

6. Jelajahi, Berbagi dan Rayakan

Jangan lupa untuk online bersama anak-anak Anda. Bermain game, menonton video, berbagi foto dan bergaul dengan anak-anak Anda secara online. Belajar dari mereka dan bersenang-senang bersama mereka. Bagi situs favorit Anda dan download aplikasi mereka. Lihatlah dunia melalui mata mereka dan biarkan mereka tahu nilai-nilai dan keyakinan Anda dengan membimbing mereka sepanjang perjalanan mereka.

7. Jadilah Teladan Digital yang Baik

Jadilah perubahan yang ingin Anda lihat pada anak-anak Anda. Artinya Anda harus jadi teladan bagi anak. Jangan tergoda untuk menggunakan ponsel untuk memeriksa email sewaktu makan malam atau mengirim teks saat mengemudi. Awasi kebiasaan digital Anda sendiri dan jadilah model perilaku digital yang baik bagi anak. Anak Anda akan mencontoh jauh lebih banyak apa yang Anda lakukan, daripada apa yang Anda katakan, baik online dan maupun offline.

Sumber: FOSI

Sumber Gambar: over-blog.com