Harvard Akui Rekam Siswa Tanpa Ijin

rsz_socialist-studies-harvard-university-review

 

Kasus penggunaan teknologi tanpa ijin melanda universitas ternama dunia, yaitu Harvard. Beberapa hari yang lalu dilaporkan bahwa Harvard secara rahasia merekam aktivitas mahasiswanya tanpa sepengetahuan mereka. Hal ini kemudian diakui secara resmi beberapa hari kemudian.

Harvard University mengakui memotret tanpa izin 2.000 siswa sejak musim semi tahun 2013 untuk mengukur tingkat kehadiran mereka. Pengakuan tersebut datang dalam interogasi pada pertemuan antara Peter Bol, wakil untuk kemajuan dalam belajar dan  profesor ilmu komputer Harry Lewis setelah mengetahui bahwa Harvard Initiative for Learning and Teaching  (Hilt) diam-diam menginstal kamera sebagai bagian dari sebuah penelitian.

Menurut Harry Lewis, hanya karena teknologi dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan, bukan berarti teknologi tersebut harus diterapkan. Jika Anda menonton orang-orang secara elektronik dan tidak memberitahu mereka sebelumnya, Anda harus memberitahu mereka setelah itu.

Studi tersebut telah menimbulkan kekhawatiran terhadap pelanggaran privasi siswa dan dosen. Kamera yang dipasang untuk musim semi 2013 tanpa memberitahu siswa bahwa mereka sedang difoto setiap menit selama kuliah. Foto yang diambil tersebut kemudian diolah melalui program yang bisa menghitung apakah kursi yang kosong atau diisi. Jumlahnya dikalkulasikan untuk setiap mata kuliah.

Bagaimanapun baiknya suatu teknologi dan tujuan yang hendak dicapai dengan menggunakan teknologi tersebut, tetap akan selalu dipertanyakan jika penggunaannya tanpa sepengetahuan objek yang diteliti terutama manusia. Keengganan untuk memberitahu bahwa siswa Harvard sedang digunakan untuk objek penelitian merupakan kelalaian karena terkait dengan privasi. Terlebih lagi dengan tidak adanya pemberitahuan tersebut membuat mereka tidak ada pilihan selain harus ikut menjadi objek tanpa sepengetahuan mereka.

Sumber: The Guardian

Sumber Gambar: socialiststudies.ca