Hasil Pencarian Google Bagian dari Kebebasan Berbicara

google

Google kini tengah berkonflik dengan Uni Eropa terkait dengan hasil pencarian dari mesin pencari Google. Google harus tunduk kepada aturan baru di Eropa, yaitu Hak Untuk Dilupakan. Namun di Amerika Serikat, Google bisa senang karena sebuah keputusan pengadilan di San Fransisco mengatakan bahwa hasil pencarian mesin pencari Google merupakan bagian dari kebebasan berbicara (free speech).

Pengadilan San Fransisco, AS telah memutuskan bahwa Google memiliki hak untuk menampilkan hasil pencarian sesuai dengan cara yang dilakukan Google. Hal ini membenarkan klaim Google sebelumnya bahwa cara pemeringkatan  halaman web adalah badian dari kebebasan berbicara.

Keputusan tersebut muncul setelah sebuah situs web CoastNews menuduh Google secara artifisial menurunkan peringkat situsnya dalam hasil pencarian untuk menggusur CoastNews sebagai pesaing potensial. Situs CoastNews dilaporkan muncul di bagian atas dari hasil pencarian yang dilakukan di mesin pencari Bing dan Yahoo.

Google menanggapi tuduhan tersebut dengan mengajukan taktik anti-SLAPP, yaitu  taktik hukum yang digunakan untuk menantang tuntutan hukum yang berusaha untuk menahan kebebasan berbicara dengan cepat di bawah Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat.

Usaha Google tersebut berhasil karena hakim di pengadilan San Francisco Ernest Goldsmith menyatakan bahwa gugatan CoastNews terhadap Google berkaitan dengan aktivitas yang dilindungi konstitusi.

Keputusan hakim  menggarisbawahi perbedaan mencolok dalam cara pendekatan Amerika Serikat dan otoritas Eropa terhadap masalah regulasi mesin pencari. Di Eropa, regulator sedang dalam proses memaksakan serangkaian tindakan, seperti memaksa Google untuk menampilkan iklan saingan di tempat-tempat yang menonjol untuk mengatasi praktik anti-kompetisi.

Saingan Google, seperti Microsoft mengeluh bahwa Google menyalahgunakan tiga perempat pangsa pasar pencarian web yang dikuasainya untuk secara artifisial mempromosikan layanan Google sendiri, seperti perbandingan harga dan review restoran. Jika kasus tersebut dibawa ke pengadilan dan Google kalah, Google harus membayar  denda hingga sepersepuluh dari 50 miliar dollar  pendapatan global Google.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: CNN