Legalkah Menerbangkan Drone?

140610175222-07-drones-horizontal-gallery

Drone atau pesawat tanpa awak semakin canggih dan murah sehingga tidak mengherankan popularitasnya melonjak. Di Inggris banyak orang secara teratur menggunakan Drone untuk fotografi dan survei udara dan beberapa perusahaan bahkan telah bermain-main dengan Drone, yaitu  melakukan pengiriman dengan menggunakan Drone.

Di Indonesia pun, meskipun mungkin tidak dipublikasikan secara luas, sudah cukup banyak yang bermain-main dengan Drone, terutama untuk fotografi udara.

Drone memudahkan dalam berbagai hal, misalnya untuk fotografi dan survei udara, namun apakah ada implikasi hukum menerbangkan Drone? Karena mungkin saja Drone bisa menganggu, baik privasi maupun skala yang lebih luas seperti penerbangan.

Di Inggris membeli dan kemudian menerbangkan Drone adalah legal dengan beberapa persyaratan seperti yang dikemukakan oleh Civil Aviation Authority (CAA). CAA mengakui bahwa peraturan penggunaan Drone sedang dikembangkan. Drone diklasifikasikan sebagai pesawat tak berawak dan CAA ingin menunjukkan bahwa Drone adalah jenis pesawat dan bukan mainan. Dengan demikian penggunaan Drone tidak sembarangan seperti halnya mainan.

Jika berat Drone lebih dari 20 kg maka, Drone tersebut hanya boleh diterbangkan di wilayah yang telah bersertifikasi bahaya seperti bandar udara. Bahkan mereka yang menggunakan pesawat tak berawak (Drone) dengan berat kurang dari 20 kg untuk penggunaan komersial diwajibkan untuk meminta izin dari CAA. Untuk mendapatkan izin tersebut harus menunjukkan bahwa pengguna Drone cukup kompeten.

Jika berat Drone kurang dari 20 kg dan tidak digunakan untuk alasan komersial, masih ada beberapa aturan yang perlu ditaati. Siapapun yang melakukan shooting dengan pesawat tak berawak untuk tujuan mereka sendiri harus menghindari terbang dalam jarak 150 meter dari area padat dan 50 meter dari seseorang, kapal, kendaraan atau struktur yang tidak berada di bawah kendali pilot.

Perlu juga diketahui bahwa menerbangkan Drone harus tetap terjangkau oleh pandangan mata. Hal ini berarti tidak boleh menerbangkan Drone di atas ketinggian 400 kaki atau lebih dari 500 meter secara horizontal. Jika ingin melebihi batasan tersebut harus meminta izin eksplisit dari CAA.

Nah, bagaimana dengan di Indonesia?

Peraturan tersebut tidak berbeda jauh dan hampir semua yang diatur oleh CAA juga menjadi aturan menerbangkan Drone di Indonesia. Untuk itu, sudah selayaknya mereka yang suka menerbangkan Drone mematuhi aturan tersebut.

Sumber: The Telegraph

Sumber Gambar: CNN