Malware Baru Khusus untuk Menyerang iOS dan OS X

070512_sb_malware_640

Sudah bukan rahasia bahwa pengguna iOS dan OS X Apple merasa sangat secure karena mereka hampir-hampir tidak mengalami apa yang dialami oleh pengguna Android atau Windows, yaitu masalah malware. Namun, mungkin cerita tersebut akan segera berakhir karena baru-baru ini ditemukan sebuah malware yang dirancang khusus untuk menyerang iOS dan OS X Apple.

Pengguna Apple menghadapi era baru serangan cyber karena sebuah perusahaan keamanan memperingatkan telah menemukan malware baru yang khusus menyasar pembuat iPhone tersebut.

Palo Alto Networks, sebuah perusahaan keamanan cyber yang berbasis di California, mengatakan adanya malware yang bisa memengaruhi iOS Apple dan sistem operasi OS X yang akan menjadi  ancaman bagi siapa saja yang menggunakan iPhone, iPad dan Mac. Malware disebut WireLurker merupakan malware pertama yang dapat menginfeksi aplikasi iOS yang diinstal, mirip dengan cara kerja virus tradisional.

Malware tersebut juga merupakan yang pertama yang dapat menginstal aplikasi yang tidak diinginkan pada perangkat iOS, dan salah satu dari sedikit yang dapat menyerang iOS melalui USB. Teknik yang digunakan oleh WireLurker  menunjukkan bahwa penjahat  semakin canggih dalam usaha mereka mengeksploitasi platform desktop dan mobil teterkenal seperti OS X dan iOS.

Seperti diketahui, sistem Apple iOS secara tradisional jauh lebih tahan terhadap virus dan malware dibandingkan saingan mereka Microsoft Windows. Hal ini sebagian karena keengganan Apple untuk membuka perangkat lunak untuk pihak ketiga. Namun, Eugene Kaspersky, CEO Kaspersky Lab memprediksi  bahwa Apple bisa menghadapi masalah malware, dan dampaknya bagi Apple dan pegguna akan sangat besar.

Menurutnya, skenario yang paling berbahaya adalah iPhone. Meskipun kurang kemungkinannya karena sangat sulit untuk mengembangkan malware untuk iPhone karena sistem tertutup, namun setiap sistem memiliki kerentanan dan jika hal tersebut terjadi dalam skenario terburuk jutaan perangkat terinfeksi, sedangkan tidak ada antivirus karena perusahaan antivirus tidak memiliki hak untuk mengembangkan keamanan end point yang bagus untuk Apple.

Sumber: The Telegraph, The Verge

Sumber Gambar: Fox News