Pesawat Terbang Bisa Mengalami Cyberjacking?

malaysia-airline-boeing-777

 

Secara teori, kerentanan bisa menyebabkan adanya cyber bomb di pesawat terbang, tetapi sangat rumit untuk melakukan hal tersebut. Meskipun demikian, para peneliti tidak berpuas hati dan terus mengupayakan arsitektur jaringan yang bebas dari serangan cyberjacking terhadap pesawat terbang.

Peristiwa hilangnya MH 370 milik maskapai Malaysia Airlines dugaan muncul mungkin saja pesawat tersebut mengalami serangan digital. Teori tersebut memiliki dasar faktual, namun terlalu kecil kemungkinannya.

Menurut  Dr. David Stupples sistem yang ada pada penerbangan ditakdirkan terbentuk sedemikian rupa sehingga upaya pembajakan akan terbukti sangat sulit. Potensi untuk terjadinya kompromi digital di sebuah pesawat tentu mungkin, terutama jika dilakukan oleh orang-orang yang mengancam untuk menggunakan cyber bomb, di mana hacker menempatkan malware pada sistem pesawat untuk mengganggu sistem dan menyebabkan pesawat crash.

Itulah sebabnya Stupples dan peneliti di Cranfield University yang terkenal karena keahlian di bidang  penerbangan mengembangkan sebuah arsitektur jaringan yang akan mencegah serangan tersebut. Sistem tersebut akan mengenali malware berbahaya seketika mereka disusupkan ke pesawat untuk mengakses dan mengutak-atik perangkat lunak kontrol penerbangan.

Jaringan tersebut nantinya akan reconfigure dirinya sendiri terhadap malware. Hal tersebut bisa dilakukan dalam berbagai cara yang mungkin tidak bisa mengalahkan,  tetapi menghadang manuver orang-orang jahat. Cara yang paling mungkin untuk mencegah hacker menyerang bagian yang lebih kritis dari jaringan adalah dengan menutup/mematikan sistem non-esensial. Teknik yang sama juga dapat digunakan dalam pembangkit listrik atau infrastruktur penting lainnya. Tujuan utama adalah untuk memastikan jaringan untuk yang aman.

Pertanyaannya apakah pernah ada serangan cyberjacking terhadap pesawat terjadi?

Menurut Stupples,  ancaman maya (terhadap pesawat) telah dibesar-besarkan. Untuk teroris digital, mereka membutuhkan lebih dari hanya segelintir kerentanan untuk mengambil kendali pesawat yang sedang berada di langit. Mereka perlu mencari cara untuk bergerak di sekitar jaringan pesawat mengkompromikan sistem kontrol. Di sinilah  ia percaya hacker akan mengalami kebuntuan.

Sejauh apa yang diberitakan, belum ada klaim yang layak dipercaya terjadinya cyberjacking terhadap pesawat tertentu. Namun tentu kehati-hatian tetap perlu dikembangkan karena menyangkut banyak nyawa penumpang yang berada jauh di atas bumi.

Sumber: The Guardian

Sumber Gambar: techtimes.com