Situs Belanja Ubah Harga Sesuai Riwayat Pembelian

judith-shop_2554094b

 

Pernah berbelanja online? Pernah memperhatikan harga yang cenderung tidak konsisten bahkan mungkin suatu waktu lebih mahal daripada pertama kali dilihat? Online shopper harus berhati-hati karena online shop atau situs jual-beli online mengubah harga produk tergantung kepada riwayat pembelian konsumen, bahkan lokasi tempat tinggal konsumen.

Selama bertahun-tahun, situs web telah dikritik karena melakukan taktik tersembunyi dan dalam beberapa kasus, teknik curang untuk memikat pelanggan. Namun, meskipun sejumlah laporan sebelumnya telah melaporkan hal ini dan melibatkan situs seperti Amazon dan Staples, sebuah studi baru mengungkapkan banyak metode personalisasi sampai saat ini masih berlangsung.

Pada tahun 2010, CEO Amazon Jeff Bezos mengakui adanya eksperimen di mana situs menerapkan harga yang berbeda untuk DVD yang sama terhadap pengguna karena adanya kesalahan. Praktik ini disebut diskriminasi harga atau diferensiasi harga. Pada tahun 2012, Wall Street Journal mengungkapkan Staples menerapkan harga yang berbeda terhadap konsumen berdasarkan lokasi geografis mereka.

Praktik yang hampir sama dilakukan oleh travel retailer Orbitz yang menunjukkan harga yang lebih mahal bagi pengguna yang melakukan browsing dari komputer Mac. Praktik ini disebut kemudi harga.

Untuk melihat apakah praktik-praktik ini masih digunakan dan seberapa ekstensif, Christo Wilson seorang asisten profesor  dan rekan-rekannya dari Northeastern University meneliti sepuluh pengecer utama AS bersama dengan enam hotel dan situs sewa mobil. Mereka yang ditelitik termasuk Best Buy, CDW, Homedepot, JC Penney, Macy Newegg, Office Depot, Sears, Staples, Walmart, Cheaptickets, Expedia, Hotels.com, Orbitz, Priceline dan Travelocity.

Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan menguji harga di 16 pengecer yang berbeda dan ditemukan beberapa pengecer menunjukkan harga yang berbeda untuk pengguna yang berbeda berdasarkan di mana mereka tinggal, apakah mereka mencari di PC atau ponsel, dan bahkan berdasarkan apa yang telah mereka bayar untuk barang-barang sebelumnya. Belum diketahui apakah praktik tersebut merupakan fenomena di seluruh dunia atau apakah hasil yang diamati dalam penelitian ini terbatas pada lingkup Amerika Serikat.

Ini artinya para pengecer tersebut melakukan personalisasi tergantung beberapa faktor, seperti browser yang digunakan, brand komputer yang digunakan dan apakah memakai PC atau ponsel serta lokasi tempat tinggal.

Sumber: Daily Mail

Sumber Gambar: The Telegraph