Spanyol Terapkan Google Tax

rsz_google-news-publisher-techblogcorner

 

Industri media cetak merupakan korban dari kemajuan dunia internet. Di mana-mana kini orang cenderung untuk membaca berita atau majalah online sehingga mereka tidak perlu lagi membeli koran atau majalah yang dicetak. Lama-kelamaan perilaku pengguna ini membuat media cetak gulung tikar.

Untuk menghindari bangkrutnya industri media cetak ini pemerintah Spanyol menerapkan Google Tax. Dilaporkan, pemerintah Spanyol telah berhasil mengesahkan undang-undang hak cipta baru yang menetapkan biaya untuk agregator konten online seperti Google News dalam upaya untuk melindungi industri media cetak.

Hukum kekayaan intelektual baru yang populer dengan sebutan Google Tax atau LPI mengharuskan layanan yang mem-posting link dan kutipan dari artikel berita untuk membayar biaya/pajak kepada organisasi yang mewakili surat kabar Spanyol, yaitu Association of Editors of Spanish Dailies, AEDE. Kegagalan untuk membayar pajak tersebut dapat  menyebabkan denda hingga 600.000 euro.

Hukum kekayaan intelektual baru tersebut adalah tendangan voli terbaru dalam perang antara surat kabar Eropa dan Google. Penerbit menuduh mesin pencari Google menggunakan materi hak cipta mereka untuk membangun sebuah layanan berita tanpa melakukan laporan atas berita yang disajikan. Google membela diri dengan menyatakan bahwa mesin pencari mereka memberikan 10 miliar views ke situs web surat kabar setiap bulan.

Google mengatakan kecewa dengan undang-undang baru Spanyol tersebut. Google percaya bahwa layanan seperti Google News membantu penerbit membawa traffic ke situs mereka. Namun, Google  akan terus bekerja sama dengan penerbit Spanyol untuk membantu meningkatkan pendapatan mereka sambil mengevaluasi pilihan-pilihan yang dapat mereka lakukan dalam kerangka undang-undang baru.

Sebelumnya, sebuah undang-undang serupa disahkan di Jerman sehingga memaksa Google mengeluarkan surat kabar yang terkena dampak dari undang-undang tersebut  dari hasil pencarian sebelum penerbit akhirnya kembali datang dan meminta Google untuk memasukkan mereka kembali setelah melihat anjloknya traffic ke situs mereka. Langkah tersebut ditempuh penerbit (surat kabar) di Jerman karena kekuatan pasar yang luar biasa dari Google.

Google Tax bukan satu-satunya komponen hukum Spanyol yang mengencangkan peraturan yang sebelumya sudah ada. Pada awal tahun 2014, negara ini juga akan mengharuskan situs untuk menghapus link ke materi yang melanggar hak cipta meskipun situs itu sendiri tidak menghasilkan uang dari pelanggaran yang dilakukan.

Sumber: The Guardian

Sumber Gambar: techblogcorner.com