Ternyata, Facebook Melakukan Percobaan Diam-diam lain terhadap Pengguna

facebook-woman-2-1_2507268b

 

Beberapa waktu yang lalu, Facebook mengakui telah melakukan percobaan diam-diam untuk melihat emosi pengguna. Caranya adalah dengan mengutak-atik news feed pengguna. Namun hal itu bukanlah satu-satunya percobaan diam-diam yang dilakukan Facebook terhadap penggunanya.

Facebook secara diam-diam melakukan tweak terhadap news feed sebanyak 1,9 juta pengguna sebelum pemilihan tahun 2012 yang lalu sehingga pengguna melihat lebih banyak hard news yang dibagi teman-teman. Perubahan tersebut mungkin telah meningkatkan jumlah pemilih sebanyak 3 persen, menurut sebuah studi kecil yang pertama kali diungkapkan oleh Mother Jones.

Untuk penelitian ini, Facebook memperlakukan artikel berita yang diposting oleh teman muncul lebih tinggi dalam feed, aliran update status, foto dan artikel yang pertama kali muncul saat pertama masuk ke situs. Para peneliti ingin melihat apakah meningkatkan ekspos terhadap berita yang dibagi oleh teman-teman sebelum pemilihan akan meyakinkan pengguna Facebook untuk memilih.

Facebook mengatakan berita yang dibagi bersifat umum dan tidak politis. Berita tersebut berasal dari  100 media mulai dari New York Times hingga Fox News.

Facebook kemudian berbagi hasil percobaa dengan beberapa akademisi, tetapi tidak terus terang untuk mengakui adanya percobaan tersebut hingga Mother Jones mengungkapkan keberadaan percobaan karena para peneliti berencana untuk menerbitkan sebuah makalah akademis berdasarkan temuan mereka.

Juru bicara Facebook mengatakan bahwa pada tahun 2012 telah menguji news feed pengguna untuk melihat bagaimana pengguna terlibat ketika berita umum yang dibagi teman diberikan posisi yang lebih tinggi. Facebook kemudian melakukan survei online sukarela untuk melihat apakah pengalaman pengguna membuat mereka lebih mungkin untuk terlibat dalam urusan kewarganegaraan.

Facebook berdalih bahwa voting adalah nilai inti demokrasi dan mendorong partisipasi masyarakat merupakan kontribusi penting yang dapat dilakukan Facebook  untuk masyarakat.

Namun, apapun tujuan yang ingin diraih Facebook, percobaan atau penelitian secara diam-diam tersebut tetap sebuah hal yang melanggar privasi pengguna karena tidak adanya pemberitahuan atas keterlibatan mereka dalam percobaan tersebut. Hal ini menyangkut transparansi Facebook terhadap penggunanya sendiri. Pengguna tentu tidak ingin dijadikan kelinci percobaan, apalagi tanpa sepengetahuan mereka.

Sumber: Mother Jones via Huffington Post