Twitter Kerja Sama dengan Organisasi Feminis untuk Hilangkan Pelecehan

twitter_2094423b

 

Pelecehan online di Twitter sangat banyak dialami oleh pengguna Twitter perempuan. Mereka cenderung dilecehkan oleh lawan jenis atau bahkan sesama jenis karena satu dan lain hal. Contoh kasus nyata adalah anak aktor Robin Williams, Zelda yang dilecehkan oleh banyak pengguna Twitter setelah kabar kematian ayahnya dikonfirmasi secara online. Hal ini membuat Zelda terpaksa menghapus akunnya di Twitter.

Untuk mengurangi atau bahkan menghapus pelecehan terhadap perempuan tersebut, Twitter bekerja sama dengan Women, Action and the Media (WAM!). Bentuk kerja sama ini adalah pembentukan suatu tool yang memungkinkan pengguna untuk melaporkan rincian pelecehan gender yang belum pernah dilacak dan dianalisis sebelumnya.

WAM! akan memberikan laporan yang telah divalidasi ke Twitter dan melacak respons Twitter untuk berbagai jenis pelecehan gender. Pada akhir periode uji coba, WAM! akan menganalisis data yang dikumpulkan dan menggunakannya untuk bekerja dengan Twitter agar lebih memahami bagaimana fungsi pelecehan gender pada platform dan untuk meningkatkan reaksi Twitter terhadap hal tersebut.

Langkah ini dilakukan setelah banyak kasus pelecehan terhadap pengguna perempuan Twitter terjadi, mulai dari pelecehan Zelda (anak perempuan Robin Williams),  ancaman kekerasan yang dilayangkan terhadap aktivis feminis Caroline Criado- Perez, dan penulis Abi Wilkinson.

Twitter kemudian kembali berada di bawah pengawasan menyusul pelecehan perempuan terlibat yang dalam GamerGate. Kemudian, kritikus asal AS Anita Sarkeesian terpaksa membatalkan penampilan di sebuah acara publik di Utah setelah memperoleh ancaman penembakan massal yang dilakukan secara online.

Harus diakui, bahwa media sosial seperti Twitter tidak pernah lepas dari caci-maki atau bahkan penghinaan. Hal ini menandakan bahwa pada dasarnya pengguna Twitter tidak memiliki dasar moral yang bagus ketika berinteraksi secara online. Terlebih pelecehan terhadap perempuan merupakan hal yang harus perlu diawasi karena akibatnya sangat buruk. Usaha Twitter untuk mengurangi atau bahkan menghapus pelecehan online di Twitter patut diapresiasi dan hendaknya terus dikampanyekan.

Sumber: The Telegraph